My (Step) Mother Part 3

My (Step) Mother Part 3

image

 

Cast: Kim Kibum, Lee Hyukjae, Han Gaeun (OC), Lee Myunghee (OC)

Genre: Romance, Married life

Rating: PG-15

————

Dengan tekad baru yang membara, Kibum memikirkan rencana-rencana untuk mendekati Myunghee. Ide-ide gila muncul di otaknya, membuatnya tak sabar menunggu terbitnya mentari. Setelah dirasanya cukup berpikir, dia merebahkan diri di ranjang, menarik selimut sampai ke dagu, dan tidur.

© queensarap.wordpress.com

Paginya, Lee Kibum mandi dengan tergesa, dan sarapan juga dengan tergesa. Setengah berlari dia berpamitan.

” Aku pergi dulu! ” teriaknya. ” Oh, Appa, aku akan berangkat bersama Noona. Appa tak perlu kerepotan menjemputnya dan mengantarnya ke sekolah. Annyeong! “

” Kenapa anak itu? ” tanya Appa, bertukar pandang dengan Eomma. Eomma mengedikkan bahu.

” Entahlah, Hyuk-ah. “

” Hei, bagaimana kalau kita ‘main’ sebentar pagi ini? ” ujar Hyukjae–Appa Kibum–sambil mengerling nakal. Han Gaeun–Eomma Kibum–menanggapinya dengan senyum penuh arti.

Kita tinggalkan dulu mereka dan kita amati Lee Kibum. Dia melaju santai dengan Repsolnya di jalanan Seoul yang tidak padat. Memikirkan ‘noona’nya membuat bibirnya menyunggingkan senyuman. Di halaman sebuah gedung apartemen mewah dia berhenti dan menyapa Myunghee yang sudah menunggu di luar.

” Ahgassi, butuh tumpangan? ” tanyanya seraya memamerkan deretan gigi putihnya. Myunghee mengernyit.

” Ahgassi, katamu? Ada-ada saja. Mana Hyukie-oppa? Kenapa kau yang menjemputku? “

” Aaaah, tadi Appa masih sarapan. Aku kasihan padanya, jadi kubilang aku akan ke sekolah bersamamu. “

” Jadi begitu. “

” Ya sudah, ayo naik. “

Myunghee dengan kikuk membonceng di belakang setelah memasang helm. Dia menjaga jarak tubuhnya dengan Kibum dan tak mau berpegangan.

” Pegangan yang erat! Kalau tidak kau bisa jatuh. ” suruh Kibum.

” Tidak perlu. ” tolaknya.

” Kau serius? Padahal kita akan mengebut. Dan kau tahu apa yang akan terjadi saat kuinjak rem? “

” Tidak. “

” I’ll show you, then. “

Kibum menghidupkan mesin dan tancap gas dengan kecepatan tinggi. Myunghee hampir terpental ke belakang karenanya. Kemudian secara mendadak Kibum mengerem, membuat Myunghee menubruk tubuh Kibum dengan keras; helm mereka berbenturan.

” Itulah yang terjadi. ” kata Kibum. Semburat merah muncul di pipi Myunghee. Dia memukul pelan helm Kibum.

” Huuh! Dasar anak nakal! “

Kibum menyeringai puas melihat salah satu taktik awalnya berjalan dengan mulus. Dia lalu meraih kedua tangan Myunghee dan meletakkannya di pinggangnya.

” Pegangan yang benar. Seperti ini. ” ujarnya lagi.

Apa yang Kibum lakukan menjadikan wajah Myunghee bertambah merah menahan malu. Lalu dengan santainya Kibum memacu Repsol miliknya menuju sekolah. Di sepanjang jalan mereka hanya terdiam. Kibum sibuk berpikir bagaimana agar Myunghee makin dekat dengannya. Sementara Myunghee–dia tak terlalu peduli. Dia asyik menikmati jalanan Seoul yang mulai ramai. Hatinya tak terpengaruh oleh perbuatan Kibum di sepanjang jalan tadi. Kecuali ada sedikit di sudut hatinya yang bergetar. Cepat-cepat ia tepis perasaan tersebut, walau akhirnya itu sia-sia saja.

” Ya, Noona.. ” panggil Kibum pelan.

” Ne? “

” Aku ingin bertanya sesuatu, tapi kumohon jawablah dengan jujur. “

” Apa yang ingin kau tanyakan? “

” Apa kau, mencintai Appa? Maksudku, tadinya kalian menikah agar sindromnya sembuh. Tapi setelah berjalan dua tahun, apakah kau sudah mempunyai rasa khusus itu padanya? ” tanya Kibum ingin tahu.

” Dasar anak bodoh. ” timpal Myunghee. ” Mana mungkin aku bertahan di sampingnya selama dua tahun kalau aku tak mencintainya, huh? “

” Ahahah. Aku tahu. Aku kan hanya bertanya. “

” Memangnya kenapa kau menanyakan itu? “

” Tak apa. Aku hanya memastikan apakah aku dan Eomma sudah memilih orang yang tepat untuk Appa. “

” Hei, kau sebegitu ragunya pada noonamu ini? ” cibir Myunghee.

” Ya. Karena kau masih kecil. Apa kau bisa berperan sebagai seorang istri, bukankah itu tanda tanya besar? Ahahahahaha… ” canda Kibum.

Myunghee merengut dan memukul pelan punggung Kibum.

*

” Kenapa berhenti? ” tanya Myunghee heran. Mereka memang berhenti di depan sebuah toko serba ada.

” Noona tunggu saja di situ. Jangan ke mana-mana, arasseo? ” pesan Kibum seraya berjalan masuk. Myunghee–yang sudah turun dari motor–duduk di bangku sekitar. Ia menatap kendaraan-kendaraan yang berlalu lalang. Lima menit kemudian Kibum muncul, di tangannya ada kantong plastik yang berisi benda yang ia beli–entah apa.

” Noona, ayo! ” ajaknya. Myunghee menoleh lalu berjalan menuju motor.

” Oh ya, ini untukmu. ” kata Kibum lagi sambil menyerahkan kantong plastik tadi pada Myunghee. Myunghee terkejut begitu ia tahu apa isinya. Cokelat batang Cadburry, beberapa susu kotak rasa green tea, dan sebuah bando hitam berlapis beludru berhiaskan pita besar berwarna senada.

” Bagaimana kau bisa tahu makanan kesukaanku? ” serunya. ” Dan untuk apa bando ini? “

” Well, kita sudah saling kenal sejak bertahun-tahun dan selama itu pula aku mengamatimu dan tahu banyak hal tentangmu. Apalagi sekarang kau adalah bagian dari keluargaku. Bagaimana mungkin aku bisa tak tahu? ” jawabnya diplomatis. ” Lalu bando itu, entahlah, kurasa cocok di kepalamu. Ah sudahlah, terlalu lama mengobrol nanti kita bisa terlambat. “

Myunghee tertegun sejenak. Kibum? Mengamatinya selama bertahun-tahun hingga tahu detail-detail kecil seperti makanan kesukaannya? Apakah ini hanya perasaannya atau memang benar ada sesuatu yang aneh tentang pandangan Kibum terhadap dirinya? Dia jadi tak mengerti.

Mereka pun melanjutkan perjalanan ke sekolah. Setelah sekitar sepuluh menit akhirnya mereka sampai, tepat sebelum akhirnya gerbang ditutup. Sedikit terburu-buru mereka menaruh motor di parkiran kemudian berjalan cepat melewati koridor-koridor di lantai 2, di mana kelas mereka berada.

” Woah, mepet sekali. ” desah Myunghee lega, mencoba mengusir firasat anehnya tentang ‘anak lelaki’nya.

” Ne geuraesseo. ” Kibum mengiyakan. ” Oh ya Noona, aku ingin tanya satu hal lagi padamu. “

” Tentang apa? ” Kibum diam, mengambil ancang-ancang. Suasana jadi hening. Langkah mereka sampai di depan kelas Myunghee.

” Apa yang mau kau tanyakan, Kibummie? ” ulangnya.

” Noona. Ah, anni. Maksudku Lee Myunghee. Bagaimana menurutmu jika seandainya aku menyukaimu? “

” MWO?! “

–TBC–

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s