My (Step) Mother Part 6

My (Step) Mother Part 6

image

Cast:
-Kim Kibum
-Lee Hyukjae
-Han Gaeun (OC)
-Lee Myunghee (OC)

Rating: PG-15

Genre: Romance, Married life

——–

Myunghee menatap Kibum tak berkedip. Dia berusaha mencerna semua perkataan Kibum.

” …aku hanya BENAR-BENAR menyukaimu… “

Dia menyukaiku sebagai seorang laki-laki, pikirnya. Lalu dia terhenyak. Dipandangnya Kibum dengan tatapan tak percaya.


© queensarap.wordpress.com

” Kibum-ah… Tidak mungkin… ” katanya penuh rasa terluka.

” Itulah yang terjadi, Noona. ” sahut Kibum tak peduli. ” Dan oh ya, kurasa kita harus berangkat sekarang atau kita akan terlambat. Ayo! ”

Ditariknya pergelangan tangan Myunghee. Mereka pun berangkat.

Sepanjang perjalanan Myunghee tak mengucapkan sepatah kata pun. Jelas dia merasa terguncang. Kaget, sedih, merasa bersalah, juga sedikit takut. Di satu sisi hatinya tak bisa menerima hal ini. Bagaimana dengan Hyukjae? Karena menikah dengannya lah Hyukjae bisa sembuh. Hyukjae juga yang memberinya nafkah, mengajarinya tentang banyak hal dalam kehidupan, memberi solusi di setiap masalah yang dihadapi, menenangkan dan menghiburnya ketika dia sedang sedih, Hyukjae juga lah yang mengenalkannya pada apa yang disebut cinta. Namun di sisi lain dia juga membutuhkan Kibum. Karena mereka sebaya, ia jadi merasa imbang. Kibum memberi perhatian dengan cara yang berbeda. Tanpa menggombal, merayu, mengucapkan kalimat-kalimat romantis Kahlil Gibran seperti yang Hyukjae lakukan. Hanya pertanyaan yang sekilas seperti sambil lalu. Atau gurauan yang sebenarnya menyiratkan rasa khawatir. Obrolan ringan yang seolah tak penting tapi menunjukkan bahwa Kibum menaruh perhatian padanya.

Ini membuatnya ragu. Apakah dulu ia salah mengambil keputusan? Atau memang jalan takdir yang seperti ini, sebenarnya mempertemukan dia dengan Kibum lewat Hyukjae? Kalau begitu, bukankah seharusnya pernikahan mereka tidak terjadi? Lagipula, bukankah Hyukjae dan Kibum itu ayah dan anak? Mana bisa dia bercerai lalu menikah dengan Kibum. Meski dia hanya ibu tirinya, bagaimanapun dia tetaplah ibunya yang kedudukannya sama dengan ibu kandung Kibum, Han Gaeun. Sama-sama ibunya.

” Tuhan, apa yang harus kulakukan? Keputusan apa yang harus kuambil? ”

Tanpa terasa, sampailah mereka di sekolah. Myunghee masih semurung tadi. Mereka berjalan beriringan di sepanjang koridor, dengan tangan bertautan. Bukan mau Myunghee, ini Kibum yang menggandengnya duluan.

Di depan kelas ” X-1″ mereka berhenti. Kibum memandang ‘noona’nya, kemudian menghela napas.

” Noona, neo gwaenchana? ” tanyanya lembut. Myunghee menatapnya sendu tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

” Mianhe Noona. Kalau aku tahu reaksimu akan seperti ini, aku tak akan mengatakannya tadi. Jeongmal mianhe. ” lanjutnya, merasa menyesal. ” Tapi memang sudah saatnya kau tahu. Aku tak bisa menyimpannya lagi setelah sekian lama. ”

Tak ada jawaban.

” Masuklah ke kelasmu. Aku ke sini lagi saat jam pulang nanti. Oh ya Noona, aku lebih suka melihatmu ceria, jadi kuharap saat aku menjemputmu di sini mendung di wajahmu sudah pergi. Arasseo? ”

Kibum melangkah pergi menuju kelasnya sendiri, diikuti dengan tatapan Myunghee. Setelah bayangannya hilang, Myunghee pun masuk.

Dia berjalan ke bangkunya dengan lemas, dan duduk begitu saja sambil meletakkan kepalanya di meja.

” Tuhan, aku harus bagaimana? “

Di saat bingung seperti itu, datang Park Hae In, teman sekelasnya yang cukup dekat dengannya. Gadis itu juga tahu bahwa ia sudah menikah.

” Museun iriya? Kau kelihatan pucat. Neo apo? ” tanya Hae In.

” Aniya. ” jawabnya lemas tanpa mengangkat kepalanya.

” Lalu? Kenapa kau begini? ”

” Hae In-ah, apa yang harus kulakukan? ”

Myunghee pun menceritakan perbincangannya dengan Kibum pagi tadi. Hae In mendengarkan penuh minat, tapi ia sama sekali tak menunjukkan sikap terkejut. Dia hanya sesekali mengangguk.

” Bagaimana menurutmu? ” tanya Myunghee lagi; terdengar putus asa.

” Aku sudah tahu ia menyukaimu. Sikapnya sangat mudah dibaca. Kau saja yang terlalu lamban hingga tak menyadarinya. ” komentar Hae In jujur. ” Dengarkan hatimu. Sampaikan semuanya baik pada Kibum maupun pada suamimu. ”

” Haruskah kuceritakan hal ini pada Hyukjae Oppa? ”

” Tentu saja! Kau ini istrinya apa bukan? ”

———–

At night
22:00 KST

” Oppa… ”

” Chagi! Jeongmal bogoshippo! Kau baik-baik saja ‘kan? Maaf aku banyak sekali urusan; tak sempat menghubungimu. Akhirnya aku bisa mendengar suaramu lagi. ” celoteh Hyukjae panjang lebar di telepon. Suaranya terdengar ceria, membuat Myunghee sesak akan rasa bersalah.

” Ne Oppa, nado bogoshippo. ” balasnya.

Sesaat ia bingung, haruskah ia menceritakannya sekarang? Rasa takut menyebar ke seluruh tubuhnya. Takut Hyukjae marah padanya; takut Hyukjae akan membencinya; juga takut Hyukjae pergi dari sisinya.

Tapi bagaimana dengan Kibum?

” Myunghee? Chagiya, kau masih di situ? “

” Ah, ne, ne Oppa. ”

” Chagi, ini sudah malam. Aku masih ingin mengobrol denganmu, tapi aku tak mau kau sakit. Aku sudah cukup senang mendengar suaramu. Tidurlah. Besok sekolahmu tidak libur ‘kan? ”

” Ne Oppa. ”

” Jangan lupa kau tengok Eonni-mu. Dia akan senang kalau kau datang. Eotte? “

” Ne. ”

” Oppa, cepatlah pulang. Jebal… ”

” Ahaha kau sebegitu rindu padaku. Ne ne aku akan pulang secepatnya begitu urusan ini selesai. Chaljaa.. “

Dia merebahkan diri di ranjang, merasa lelah.

Oppa tolong aku…

———-

Makin hari Myunghee makin bingung dengan perasaannya. Kibum memperlakukannya dengan baik seperti biasa, Hyukjae juga mesra padanya. Semua seperti biasanya. Yang berbeda hanyalah suasana hati yang tak menentu.

Myunghee masih tak tahu kepada siapa hatinya harus ditambatkan. Dia teringat Hyuk yang romantis, lembut, dan terkadang childish. Dia ingat kenapa mereka menikah. Seketika timbul rasa khawatir; bagaimana jika nanti dia memilih Kibum lalu sindrom aneh Hyukjae itu muncul lagi?

Kepalanya penuh dengan Hyukjae.

Ia merasa, Hyukjae lah orang yang memang ia butuhkan.

———

” Chagi, kau tahu? Sebenarnya ada rahasia besar di keluarga kita. Salah satu sebab mengapa–dulu–sindromku tak kunjung sembuh.. ” kata Hyukjae membuka cerita. Myunghee yang berbaring di pangkuannya hanya menggumam.

” Kurasa sudah saatnya kau tahu, bagaimana pun kau istriku, kau berhak tahu tentang hal ini. ” lanjutnya. ” Kibum. Dia; bukankah dia sama sekali tak pantas menggunakan marga Lee di depan namanya? Bukankah terdengar janggal ketika telingamu mendengar kata ‘Lee Kibum’ ? ”

Myunghee kurang paham arah pembicaraan ini, jadi dia diam saja.

” Anak itu; sebenarnya dia bukan anak kami–aku dan Gaeun. Kami mengadopsinya. Dia anak teman kami sendiri. Salah satu sahabatku. Kami satu geng di SMA, bertiga dengan ayahmu. Orang tuanya meninggal dalam sebuah kasus kecelakaan. Mereka sedang pergi berdua saja waktu itu; Kibum ada di rumah bersama pengasuhnya. Dia masih terlalu kecil, tak mungkin menitipkannya pada saudara karena kedua orang tuanya anak tunggal. Aku dan ayahmu adalah orang yang paling dekat dengannya, jadi kami memutuskan untuk mengasuhnya. Ayahmu tak mungkin mengambilnya sebagai anak, karena sudah ada dirimu. Kebetulan Gaeun agak susah hamil, jadi kami jadikan dia anak angkat. Awalnya untuk memicu Gaeun agar bisa hamil, namun ternyata sampai sekarang itu tak berhasil. Aku pasrah saja, berbagai terapi kami jalani namun jika Tuhan berkehendak begini, apa yang bisa kulakukan selain menerimanya? ” jelasnya panjang lebar.

Myunghee hanya bisa mematung; shock dengan kenyataan yang baru saja ia dengar.

” Jadi, Kibum hanya anak angkat Hyukjae Oppa dan Gaeun Eonni? ”

” Lalu siapa nama aslinya? ” celetuk Myunghee.

” Ayahnya Kim Jongwoon, dan ibunya Park Hwayoon. Nama aslinya adalah Kim Kibum. ”

” Kim Jongwoon penyanyi legendaris itu?! ” sahutnya kaget.

–TBC–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s