My Lil’ Bride

My Lil’ Bride

image

Cast:
-Kim Kibum as Kim Kibum
-Kim Jongwoon as Kim Jong Woon
-Lee Yo Won as Cho Yongeun

Side cast:
-Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun (Yong Eun’s Daddy)
-Kim Nam Gil as Kim Nam Gil (Kibum’s Daddy)
-Others

Genre: Romance, Family, Married life

Rating: PG-15

Nih author baru macet ide di My (Step) Mother, lah skrg malah muncul ide bwt cerita baru… Ah ckk author payah ya, sepayah bau ketek Hyuk #plakk

Well, enjoy the story!! Oh ya, NO BASH NO PLAGIAT NO COPAS W/O FULL CREDITS yah..
———–

Cho Yong Eun terpaku menatap tetangga seberang rumahnya. Seorang namja bermata sipit berparas tampan dan bersuara luar biasa merdu–atau seperti itulah kesan namja itu di mata Yong Eun. Seperti biasa, namja itu menikmati senja merah jambu di beranda kamarnya sambil bersenandung kecil, dan Yong Eun mengintipnya dari balik gorden rumahnya.

© queensarap.wordpress.com

Yong Eun tak tahu lagu apa yang sedang dinyanyikan namja itu. Tak tahu juga apakah itu lagu yg bagus atau tidak. Satu hal yang ia ketahui: karena suara namja itu begitu merdu, lagu apa pun yang dia nyanyikan jadi terdengar indah.

Nama namja itu Kim Jong Woon. Nama yang setampan dan seindah suara pemiliknya. Yong Eun belum pernah mengobrol banyak dengannya, ia terlalu malu untuk itu. Padahal mereka sudah cukup lama bertetangga, sekitar 5 tahun semenjak keluarganya menempati rumahnya sekarang. Tapi Yong Eun yakin Kim Jong Woon berkepribadian menarik. Entah darimana dia dapat keyakinan seperti itu.

” Yong Eun-ie… ” panggilan lembut terdengar dari balik punggungnya. Dia menoleh dan mendapati Ny. Cho, ibundanya tercinta, tersenyum kecil.

” Omona! Eomma mengagetkanku! ” serunya sambil mengelus dada.

” Makanlah dulu. Kau mau maag-mu kambuh gara-gara memandangi Jong Woon seharian? ” kata Ny. Cho sedikit menggoda, sukses memunculkan semburat merah di pipinya yang putih pucat.

” Eomma! ” rajuknya manja. Setengah tak rela, ia tutup gorden rumahnya dan mengikuti ibunya ke ruang makan.

—————–

Sunday morning

” Yong Eun! Cepat bangun! ”

Pagi-pagi benar Ny. Cho membangunkan putri tunggalnya. Diguncang-guncangnya tubuh putrinya agak kencang agar segera kembali dari alam mimpi. Yah, kalau tidak dengan heboh begitu, Yong Eun tidak akan bangun. Dia memang tidur seperti babi.

” Eomma. Ini ‘kan hari Minggu. Aku libur sekolah. ” racaunya sambil menggeliat dengan mata tertutup. Sang ibu menepuk-nepuk pipinya tidak sabar.

” Kau harus bangun dan membantu Eomma! Appa akan kedatangan tamu penting hari ini! Apa kau mau mempermalukan Appa? ” kejar ibunya cepat. Yong Eun pun bangkit dengan malas.

” Aish! Ne ne. Aku cuci muka dan sikat gigi dulu. ” katanya akhirnya.

Lima menit kemudian, Yong Eun terlihat sedang memberesi ruang tamu rumahnya. Sebenarnya rumahnya sudah bersih, tapi Ny. Cho menyuruhnya untuk membersihkan dan merapikannya lagi.

” Jangan ada debu yang tersisa! ”

Dia memberengut.

” Siapa sih, tamu Appa hari ini? Sampai-sampai Eomma jadi berlebihan begini. Uh dasar tamu sialan! Istirahatku jadi terganggu gara-gara dia! Huh! ” umpatnya.

Meski begitu, tetap saja dia kerjakan apa yang disuruh sang ibu, mengingat nama baik orang tuanya dipertaruhkan. Bisa-bisa keluarganya dicap keluarga jorok nanti.

Selesai dengan vacuum cleaner dan pel, Yong Eun beralih ke dapur. Didapatinya Ny. Cho sedang memasak berbagai macam makanan.

” Apa lagi yang perlu kukerjakan? Atau Eomma perlu kubantu menyiapkan masakannya? ” tanyanya.

” Sudah selesai semua? Kalau sudah, mandilah sana dan dandan yang cantik. Appa sedang menjemput tamunya dan mereka sudah dalam perjalanan kemari. ” suruh ibunya lagi. Yong Eun menurut saja. Percuma jika ia membantah, ibunya pasti tetap memaksanya. Lagipula ia lelah, beres-beres seluruh rumah menghabiskan tenaganya. Ibunya benar. Ia harus mandi. Dengan begitu tenaganya akan pulih kembali.

Dia berjalan ke kamarnya dan menyiapkan baju ganti. Kemudian dia mandi seperlunya. Cukup wangi dan bersih. Dia baru saja keluar dari kamar mandi di dalam kamarnya saat ibunya masuk. Beliau tampak menawan dengan riasan natural di wajahnya. Gaun panjang berwarna hijau zamrud menambah keanggunan dan kecantikannya.

” Ada apa lagi Eomma? Aku baru saja selesai mandi. ” katanya heran.

” Baju mana yang mau kaupakai nanti? ”

” Itu. ”

Tatapan ibunya beralih ke ranjang, di mana bajunya tergeletak. Setelan simpel yang terdiri dari blus lengan panjang warna hitam dan rok selutut sederhana dengan warna senada. Ibunya menggeleng.

” Kita mau menyambut tamu, bukan menghadiri pemakaman, Yong Eun-ah. ” tukasnya. Ny. Cho mengembalikan setelan itu ke lemari besar di sudut kamar, lalu membolak-balik semua pakaian Yong Eun yang tergantung rapi di sana. Tak lama berselang, Ny. Cho mengulurkan sebuah gaun berwarna merah pekat, sepasang loubs hitam, dan sebuah kotak make up yang sudah lama tersimpan di lemari itu tanpa pernah sekalipun digunakan. Yeah, Yong Eun bukan tipe gadis yang suka berdandan meski dia feminin.

” Pakailah ini. Dan jangan lupa make up nya. ” pesan Ny. Cho.

” Tapi aku tak bisa pakai make up Eomma! Eomma tahu aku belum pernah menyentuhnya sama sekali. ” Yong Eun memprotes.

” Oke biar nanti Eomma rias wajahmu. ” sahut ibunya cepat. ” Tamu kita klien penting perusahaan Appa, perwakilan dari Louis Vuitton Perancis. Kita harus menyambutnya sebaik mungkin. ”

Yong Eun memutar bola matanya jengah, bosan mendengar merk perusahaan-perusahaan fashion terkenal kesukaan ibunya. Ah, ibunya seorang fashionista memang.

Tanpa banyak bicara lagi, Yong Eun memakai gaun pilihan ibunya, lalu duduk di depan meja riasnya. Dengan cekatan, ibunya memoleskan foundation, bedak, lipstik, eyeliner, eyeshadow, juga blush on dan maskara ke wajahnya. Kemudian rambut hitamnya yang sedikit wavy digelung sedikit sembarangan, menyisakan poni yang menjuntai di sisi kiri wajahnya.

” Ah! Ini juga! ”

Hairspray disempotkan ke atas rambutnya.

” Eomma! Kenapa pakai hairspray juga? ” protes Yong Eun lagi. ” Eomma mau bumi kita tambah rusak dan penyakitan?! ”

” Hus! Kan tidak terlalu banyak. Lagipula tak setiap hari kau memakainya. Sudah! Sekarang pakai loubs mu dan kita siap menyambut kedatangan mereka. ” potong ibunya cepat.

Mereka berdua bergegas ke ruang tamu. Tepat pada saat itu, terdengarlah suara deru mobil memasuki halaman rumah. Ny. Cho membuka pintu dan memasang wajah penuh senyum sementara Yong Eun berdiri di sampingnya.

Appa Yong Eun–Cho Kyuhyun–keluar dan mempersilakan tiga orang tamunya masuk ke kawasan rumahnya. Seorang pria yang sepertinya berdarah Korea, wanita berambut pirang a la Marilyn Monroe, dan seorang pemuda berambut cepak berwajah Asia yang parasnya tampan luar biasa.

” Selamat datang di rumah kami. ” sambut Ny. Cho begitu tamu yang ditunggu keluar dari mobil. ” Mari masuk. ”

Di dalam, mereka berbincang ringan. Appa Yong Eun dan Tn. Kim Nam Gil, kliennya, serius membicarakan bisnis mereka. Sementara wanita tadi yang notabene adalah istri Tn. Kim asyik mengobrol dengan Ny. Cho tentang label-label fashion ternama favorit mereka. Pemuda tampan–putra Tn. Kim, Kim Kibum–hanya diam mendengarkan sambil sesekali mengutak-atik ponselnya. Yong Eun tak terlalu peduli meski tadi dia sempat terpana pada Kim Kibum. Dia hanya memperhatikan ibunya dan Ny. Kim yang mulai menggosip.

” Mom… ” Kibum memanggil ibunya pelan, lalu membisikkan beberapa kalimat yang membuat Ny. Kim tertawa kecil.

” Oh yeah tentu saja, Kid. Kau tak usah cemas; nanti Mommy yang atur. ”

” Ada apa, Helenna-ssi? ” tanya Ny. Cho penasaran. ” Oh ya, kami tadi menyiapkan sedikit hidangan. Bagaimana kalau kita lanjutkan obrolan di meja makan? ”

” Ide bagus, Sera-ya. ” Tn. Cho menyahut antusias. Mereka pun beralih lokasi.

Obrolan dilanjutkan seraya mereka makan siang.

” Ah, aku ingin bertanya padamu, Yong Eun-ah. ” kata Ny. Kim tiba-tiba dengan Bahasa Korea yang beraksen Eropa. Yong Eun menatap Ny. Kim serius.

” Apa kau sudah punya pacar? ”

” N-ne?! ”

” Begini, Sera-ssi. Aku sedang mencari calon menantu yang cocok untuk anakku. Dia hampir berkepala tiga tapi tak pernah sekalipun memperkenalkan wanita ke rumah. Dia tak begitu tertarik dengan wanita selama ini hingga kukira dia homo. Tapi barusan, dia berkata, ” Mom, bisakah aku memiliki gadis ini? “ . Dan aku juga merasa Yong Eun cocok dengan Kibummie. ”

Yong Eun tersedak.

Apa? Pemuda ini tertarik padanya? Bagaimana bisa? Ini ‘kan kali pertama mereka bertemu. Dan apa-apaan wajahnya itu! Usianya hampir 30 tahun dan dia masih setampan itu dengan kulit sehalus itu?! pikir Yong Eun.

” Well, well… Betapa beruntungnya putriku bila bisa menjadi menantumu, Helenna-ssi. Nah, bagaimana menurutmu Yong Eun-ie? ”

Seketika mata Yong Eun membulat tak percaya.

” Mwo?! ”

–TBC–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s