FIRST LOVE:LAST LOVE Part 5

FIRST LOVE:LAST LOVE Part 5

image

Main cast:  – Lee Hyukjae

-Lee Myunghee (OC, anggap aja readers)

Support cast: -Lee Donghae

                          -Find by yourself

Length: continued

Genre: Romance, a little bit humor.

Rating: PG-13

Tag: Eunhyuk, Lee Hyuk Jae, Lee Donghae, Kim Kibum

 

——————-

” Tak usah cari alasan! Aku tak mau dengar kau mengatas namakan Oppa dalam masalahmu! ” sembur Myunghee balik.

” Kalau bukan karena wasiat Hyung, aku juga tak mau Myunghee! Jangan kau sangkal kenyataan bahwa memang Hyung menyerahkanmu padaku! Bukan pada si killer sialan itu! ”

© queensarap.wordpress.com

” Kau. Kau cemburu Hyuk-ah. Kau cemburu buta. ” vonisnya tegas. ” Dan kau tahu? Aku. Tak. Suka. Sangat tak suka. ”

Dia berlalu, meninggalkanku yang masih termangu. Kulihat ia berpapasan dengan Mr. Killer, membungkuk ramah, lalu pergi. Tak peduli dengan keadaanku. Aku membalikkan punggung dengan marah, tak ingin bersitatap dengan Kim Songsaengnim.

PUK PUK!!

” Kau bisa pulang sekarang, Lee Hyukjae. Anggap saja hukumanmu sudah tuntas. ” ucapnya sambil menepuk bahuku ringan. Nada bicaranya seolah tahu bahwa aku sedang ada masalah. Cih! Menyebalkan! Sok tahu sekali guru satu ini!

” Tak perlu Anda beri tahu aku memang sudah akan pulang. Dan jangan menyentuh orang lain tanpa ijin, Saem. Bagaimana mungkin Anda yang seorang guru tak tahu etika sederhana macam ini? ” cibirku pedas. Dia menatapku tajam.

” Seharusnya kau berterima kasih aku memberimu keringanan. Etika yang kau bicarakan adalah etika terhadap orang yang tak kau kenal. ” koreksinya. ” Saat kau mempertanyakan etikaku, di mana kau buang etikamu sebagai seorang murid terhadap gurunya? ”

Aku diam menahan emosi. Huh!! Persetan!!

” Kalau kau punya masalah, Haksaeng, selesaikan baik-baik. Jangan sembarangan melampiaskan kekesalanmu pada orang yang tak bersalah. ”

Makin tersulut hatiku rasanya mendengar perkataannya. Apa-apaan dia? Tak sadarkah bahwa dialah sumber kemarahanku petang ini? Memangnya dia pikir dia bisa menakutiku dengan teguran tajamnya? Huh! Jangan harap!

———–

Kami makan malam di restoran pizza langganan Eomma kali ini. Aku lebih banyak diam. Rasa jengkel masih mendominasi hingga suaraku tak mampu melewati tenggorokan. Eomma, Appa, dan Myunghee mengobrol ringan seperti biasa.

” Hyukjae, tumben kau diam saja hari ini. ” kata Appa.

” Eum. Tak biasanya kau tak menanggapi obrolan saat kita makan bersama. Apa kau sakit? ” Eomma menambahkan. Aku menggeleng seraya tersenyum hambar.

” Oh ya, kami dan orang tua Myunghee sudah berembug. Rencananya pernikahan kalian akan dilangsungkan dua bulan lagi. Jadi mulai besok kita akan sibuk menyiapkan ini-itu. Bagaimana menurut kalian? ” kata Eomma lagi. Aku agak kaget. Dua bulan? Aku bahkan belum bisa membuat Myunghee memberikan sedikit perhatiannya padaku!!

” Eommonim! Kenapa membahas hal itu sekarang? ” protes Myunghee tak rela.

” Oh? Apa kurang cepat? Kita bisa majukan tanggalnya jadi sebulan lagi. ” komentar Appa. Myunghee terbelalak.

” Dua bulan bahkan terlalu cepat Appa. Kenapa kalian buru-buru sekali? ” jawabku.

” Tidak. Dua bulan sudah cukup. Tak perlu berlama-lama. Dan mumpung besok kalian senggang, kita cari gedung yang nantinya kalian pakai menikah. Nah pekan berikutnya kita ke desainer untuk pesan gaun. ”

Aku melongo.

” Eommonim! Aku bahkan belum memutuskan apakah aku akan menikah dengan Hyukie atau tidak! ”

” Itu mudah. Kau tinggal bilang ‘ya’ dan semua beres. ”

” Bagaimana jika aku menolak? ”

” Itu tak mungkin. ”

” Eomma!! ”

” Ck kalian ‘kan malah enak tak perlu repot mengurusi banyak hal. Sudah. Anggap saja masalah ini selesai. Ayo makan lagi. ” potong Appa cepat. Aku menggeleng-geleng tak habis pikir. Ini sih, pemaksaan namanya. Tapi kalau mau protes lagi juga tak bisa mengingat sifat Appa yang keras kepala begitu.

” Jamkamman Abonim. ” tahan Myunghee. Apa dia mau protes lagi? Oh yang benar saja!

” Sudahlah Hee-ya. Kita tak akan menang melawan para orang tua ini. ” selaku. Myunghee melirikku sinis.

TUK!

” Appa! Apoyo! ” keluhku sambil mengelus kening yang tadi diketuk Appa dengan garpu.

” Dasar tak sopan! ”

” Tapi yang kubilang ‘kan memang benar! ”

Appa mencibir saja.

” Tapi Abonim… ” lanjut Myunghee. Dia memutus kalimatnya dengan ragu.

” Ada apa? ”

” Bagaimana kalau.. ” dia menggigit bibirnya, lalu menghela napas berat.

” Bagaimana kalau saat ini aku memilih orang lain? ”

A-ap-apa katanya? Aku menatapnya terkejut dan tak mengerti. Kulihat Appa dan Eomma juga melakukan hal yang sama.

” Apa maksudmu Nak? ” tanya Eomma. Matanya menuntut penjelasan dari Myunghee.

” Sebelumnya aku minta maaf Eommonim. ” dia membungkuk beberapa kali takut-takut.

” Aku tak bermaksud untuk tak tahu balas budi atau ingin durhaka pada kalian. Aku menyayangi kalian seperti menyayangi orang tuaku sendiri. Aku benar-benar mohon maaf. ”

” Jangan katakan, kau menolak perjodohan ini dan bermaksud menikah dengan pria lain, begitu? ” tebak Appa.

Hei!!

Sekali lagi Myunghee menggigit bibir. Aku jadi yakin tebakan Appa tadi benar.

” Katakanlah Nak. Tak apa-apa. Kami tak akan marah padamu. ” sambung Eomma.

” Mm.. Nde, Eommonim. ”

Oh my God!! Hahaha! Lelucon macam apa ini?!

” Apa kau sudah yakin? Setahu Eomma, kau belum bisa melupakan Jihyun. ”

” Ya Eommonim. Memang aku belum bisa melupakannya. Tapi, tadi ada seorang pria yang memintaku untuk jadi istrinya. Aku meminta waktu untuk berpikir. Dan kurasa aku tak boleh berlarut-larut dalam kesedihan. ”

” Apa dia pria yang baik? ”

” Aku percaya padanya, Eommonim. Begitu juga Jihyun-oppa. Kebetulan, dia rekan guru Jihyun-oppa di sekolah. ”

Tunggu dulu! Apa mungkin..

” Kim Kibum Songsaengnim, Hee-ya? ” tanyaku setengah tak percaya.

” Ya! Bagaimana kau bisa tahu? Apa tadi kau menguping pembicaraan kami? ” tanyanya balik sambil menyipitkan mata. ” Itukah mengapa kau marah-marah tak jelas padaku sore tadi? Oh ya ampun Hyukjae-ya… Sejak kapan kau berubah tak sopan begini? Mencuri dengar obrolan orang lain itu melanggar etika, kau tahu itu, bukan? ”

” Jadi benar? Mr. Killer orangnya? ” tak kupedulikan ocehannya. ” Jadi kau lebih memilih guru sialan itu daripada aku? Aku yang sudah kau kenal sejak kecil kau kalahkan dengan guru temperamen itu? Bagaimana bisa Myunghee-ya? ”

” Kau tahu siapa orangnya, Hyukie? ” Eomma menyela.

” Oh tentu aku tahu Eomma! Guru yang hobi sekali marah-marah dan membentak dan juga menghukum muridnya, siapa lagi? ” kataku penuh amarah. Myunghee menatapku garang. Ah! Persetan!

” Jaga bicaramu, Hyukjae! Dia tak seperti itu! ”

” Itulah faktanya. Kau tak bisa menyangkal! ”

” Dia tak mengajar di kelasmu. Mana kau tahu sebenarnya dia bagaimana terhadap murid! Dan sebelum kau menjustifikasi orang lain, lihat dirimu sendiri dulu! Kau bahkan lebih temperamental daripada Kim Songsaengnim! ” tandas Myunghee pedas. ” Kau semarah ini sampai logikamu macet. Kau cemburu buta! Dan sudah kubilang, aku tak suka! Apa tadi kau tak dengar? Sekarang aku jadi makin benci padamu! Aku benci kau Hyukjae! ”

” Kau benci padaku hanya gara-gara si killer itu? Tak bisa dipercaya! ”

BRAKKK!

” Berhenti kalian berdua!! ” bentak Appa sambil menggebrak meja. Aku terlonjak, begitu juga Myunghee. ” Sekali lagi ada perdebatan macam ini di meja makan, tunggu saja nanti, apa yang akan Appa lakukan terhadap kalian! ”

Aku mengkeret, Appa lebih menyeramkan daripada apapun saat marah. Hiii! Lebih baik aku diam menghabiskan makananku.

” Ah, ne Abonim. Joesonghamnida. ” kata Myunghee gugup. Dia kelihatan takut juga sepertiku.

” Tapi aku tetap tak akan mengubah keputusanku, Abonim. Aku tak ingin menikah dengan Hyukjae. ”

APA??!!!

–TBC–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s