My (Step) Mother Part 9B [END]

My (Step) Mother Part 9B [END]

image

Cast: Kim Kibum, Lee Hyukjae, Han Gaeun (OC), Lee Myunghee (OC)

Rating: PG-15

Genre: Married-life

Au. Note: Ini part end nya sengaja author pisah krn kalo dijadiin satu kepanjangan ternyata… Yah,, let’ say goodbye to BumHee love story… Uhuhu akhirnya kelar juga ff satu ini… Leganya…
Well, enjoy the story ya!!

—————

” Apakah… Apakah aku… Masih boleh memanggilmu ‘Eomma’ ? ”

© queensarap.wordpress.com

” Oh Anakku… ” Gaeun tercekat. Rasa haru menyeruak di hatinya. Dia hampir tak bisa mengatakan apa pun. ” Tentu! Tentu saja! Itulah yang Appa dan Eomma harapkan. ”

” Eomma… Eomma.. ”

———————————-

Esoknya, Kibum dan Gaeun jalan-jalan berdua. Mereka pergi ke toko buku di mall dekat rumah. Perasaan Kibum sudah membaik rupanya. Ia bahkan membelikan sebuah ensiklopedi arsitektur untuk Hyukjae, yang memang bekerja sebagai salah satu arsitek kenamaan di Korea Selatan.

” Oh ya Eomma! Apa Eomma tak ingin beli yang lain selain buku? Aku akan membelikan apa yang Eomma inginkan. ” celetuk Kibum tiba-tiba.

” Hmm. Boleh juga. Kau bisa mentraktir Eomma makan siang. ”

“Eiy, masa’ cuma itu.. Apa tak ada tambahan lain? Smartphone terbaru, sepatu, kosmetik, atau apalah. ”

” Apa kau punya uang? Appa kan tak pernah memberimu uang agak banyak. ” tanya Gaeun heran. Hyukjae ‘kan pelit, jadi mana mungkin ia memberi Kibum uang yang cukup untuk membeli barang yang tergolong mahal untuk ukuran pelajar ‘kan?

” Aku menabung Eomma, isinya juga tak sedikit. Aku bahkan punya kartu ATM sendiri. ”

Saat Kibum dan Gaeun sedang meributkan apa yang mau dibeli Kibum untuk Gaeun, sebuah suara yang familiar mengusik perbincangan mereka.

” Eonni! Gaeun eonni! ”

Keduanya menoleh, dan mendapati Myunghee berlari kecil menghampiri mereka.

” Eonni belanja lagi? Wah! ” katanya. Gaeun tersenyum. “Ah hei! Kibummie ikut juga? ”

Myunghee menatap Gaeun, bertanya lewat pandangan matanya, bagaimana kondisi Kibum saat ini. Gaeun tersenyum lagi, mencoba memberitahu bahwa Kibum baik-baik saja. Myunghee menghela napas lega.

” Eonni belanja lagi? Seingatku kemarin kita sudah membeli banyak barang. ”

” Kibum minta ditemani ke toko buku, Hee-ya. Jadi hari ini dia bolos sekolah. Ya ‘kan, Sayang? ” jawab Gaeun. Kibum menggumam tak jelas sebagai jawabannya. ” Ya. Kau sendiri? Apa masih kurang belanjaanmu kemarin? Lalu mana Hyukjae? ”

” Ah, aku cuma mengantar Oppa mencari pengganti smartphone nya. Semalam tak sengaja smartphone nya masuk ke air saat cuci tangan. Entahlah Eonni. Mungkin dia lelah, jadi agak ceroboh. ”

” Ah geuraesseo. ” sahut Gaeun paham. ” Lalu sekarang? ”

” Sudah dapat smartphone baru, dia jadi lapar. Dia di restoran Itali tak jauh dari sini. Ayo Eonni! Kita makan siang bersama! Jarang-jarang bisa makan siang sekeluarga begini. ”

Sebelum Kibum sempat menolak, Myunghee sudah terlebih dahulu menarik tangan Gaeun. Terpaksalah Kibum mengikuti kedua wanita itu pergi, meski itu artinya ia harus berhadapan dengan Hyukjae. Sejujurnya, ia belum terlalu siap. Tapi mau bagaimana lagi?

” Oppa! ” panggil Myunghee. Hyukjae mengalihkan matanya dari ponsel di tangannya, dan ia lihat Myunghee menggandeng Gaeun dengan Kibum beberapa langkah di belakang. Urat lehernya langsung menegang gugup.

” Ketemu di mana? ” tanyanya, berusaha menghilangkan rasa gugupnya.

” Tadi setelah aku keluar dari toilet. Ayo Eonni, Kibum-ah. Kalian ingin pesan apa? Aku akan panggil pelayan. ”

Kibum dan Hyukjae tak banyak bicara kali ini. Hanya sesekali terdengar celoteh Myunghee dan Gaeun tentang isi kantong belanja mereka kemarin. Setelah pesanan datang pun, mereka masih minim obrolan.

Selesai makan keempatnya beranjak meninggalkan Sky Wave Supermall, pusat perbelanjaan terbesar di Seoul yang mereka kunjungi. Kibum merasa sedikit lega, tapi tak bertahan lama. Didengarnya Myunghee meminta Hyukjae mampir.

” Oppa, ayo kita mampir dulu ke rumah Eonni. ” bujuknya. ” Aku tahu Eonni membolehkan. Lagi pula, kemarin Eonni sudah main ke apartemenku. Sekarang giliranku yang main ke sana. ”

Gaeun mengangguk senang. Dan jadilah mereka berempat pulang ke rumah Kibum.

Mereka naik mobil terpisah. Selama di jalan Myunghee saling berkirim pesan dengan Gaeun.

” Eonni, kurasa kita perlu memberi waktu agar Hyukie oppa dan Kibum saling terbuka. Agar masalah juga selesai. Aku sesak melihat mereka jadi canggung begitu tiap bertemu. ”

” Ne, kau benar. Nanti kita bisa ‘kabur’ dengan alasan mencoba make up atau yang lainnya. Kalau ada kita, pasti mereka tak akan saling bicara. “

—————-

Hyukjae’s home

Begitu sampai, Gaeun langsung pamitan masuk kamar dengan alasan lelah, mau menaruh belanjaan juga. Sementara Myunghee bilang mau menemani eonninya, barangkali dia bisa bantu memijat pundaknya. Tinggallah Hyuk dan Kibum di sofa ruang tengah.

Suasana hening dan kaku. Kibum pura-pura membaca buku yang tadi dibelinya sedangkan Hyukjae mengutak atik ponsel barunya.

” Kalau seperti ini caranya, masalah tak akan pernah selesai. ” batin Hyuk.

” Eum… Kibum-ah.. ” panggilnya lirih. Kibum melihat ke arahnya tanpa ekspresi.

” Ne? Ada yang mau Appa sampaikan? ”

Hati Hyukjae terlonjak mendengar kata ‘ Appa ‘ meluncur dari mulut Kibum. Apakah itu artinya Kibum sudah memaafkannya?

” Aku.. Aku minta maaf, Kibum-ah. ” katanya lagi. ” Sungguh aku tak bermaksud merahasiakannya darimu. Aku benar-benar takut kau akan pergi dariku, jadi… ”

” Nan ara… ” potong Kibum cepat. Tatapannya melunak. ” Nan ara, Appa. ”

Hyukjae mendongak. Ia dengarkan baik-baik ucapan Kibum.

” Bahkan aku berterima kasih Appa dan Eomma mau merawatku. Kalau tak ada kalian, aku tak tahu nasibku kini seperti apa. ”

Hyukjae tersenyum senang, Kibum juga ikut memamerkan gigi-giginya yang rapi. Keduanya lalu berpelukan sambil menepuk-nepuk punggung. Dan di balik tirai di pintu menuju ruangan dalam, kedua wanita juga berpelukan, merasa lega dan bahagia.

” Hei! ” teriak Kibum setelah lepas dari pelukan ayahnya. ” Kalian sudah tak perlu sembunyi lagi. Acara sudah selesai. ”

Kedua wanita itu terkikik geli, menyadari bahwa mereka ketahuan mengintip. Kemudian mereka bergabung dengan para lelaki ke ruang tengah.

” Maaf. Habisnya kami penasaran. ” ujar Gaeun.

” Permohonan maaf diterima. ” sahut Hyukjae. Mereka tertawa serentak.

” Tapi urusan kita belum selesai, Noona. ” tukas Kibum membuat tawa Myunghee seketika terhenti.

” Apa? Urusan apa? ” Hyuk bertanya ingin tahu. Myunghee membisu, kebingungan harus bilang apa.

” Benar. Urusan apa Hee-ya? Kibummie? ”

” Urusan yang hanya kami yang tahu. ” kata Kibum lagi membuat Hyukjae dan Gaeun makin penasaran. Myunghee makin pucat.

Ya Tuhan tolong aku!! doanya dalam hati.

” Apa sih? Jangan buat kami bertanya-tanya! ”

” Ah, anu, itu, Oppa… ” gagapnya.

” Sudahlah Noona. Tak usah berbelit-belit. Katakan saja. ”

Myunghee melirik Kibum panik.

” Kalau kau tak mau bilang, biar aku yang bilang. ”

Myunghee kalut. Ya ampun! Bagaimana kalau Gaeun dan Hyukjae tahu? Bisa mati mendadak dia!

” Aku menyerah Noona. Aku menyerah soal kau. ” ucap Kibum lagi. ” Aku tak akan ikut campur lagi dalam urusanmu. ”

Myunghee–sekali lagi–merasa lega.

” Aku tak paham pembicaraan kalian. ”

” Aku juga. ”

” Masalah sepele Eomma. Kemarin aku katakan ke anak-anak di kelas Myunghee mau membantu membuat konsep festival sekolah besok. ” jawab Kibum asal. Yah, tentu saja, konsep untuk festival besok sudah selesai ditentukan. ” Tapi ternyata aku tak sanggup, kelasku sendiri sedang repot. Begitu. ”

Kedua orang tuanya ber o ria.

” Ya, kami sudah menduganya, jadi kami berusaha membuat sendiri konsep untuk festival besok. Maaf baru mengatakannya sekarang. ” sahut Myunghee ikut asal.

” Oppa, tiba-tiba aku agak lelah dan pusing. Bisakah kau mengantarku pulang? Aku ingin isti…. Hoekkk!! ”

Secepat kilat Myunghee berlari ke kamar mandi. Tak lama berselang, dia kembali lagi.

” Apa kau sakit? ” tanya Gaeun cemas.

” Entahlah Eonni. Mungkin masuk angin. Hoekkkk!! ”

Lagi-lagi Myunghee ke kamar mandi. Anehnya, tak ada apa pun yang keluar dari mulutnya. Pusingnya juga dirasa tambah parah. Setengah memaksakan diri, dia menyeret kakinya keluar kamar mandi. Di hadapannya Gaeun sudah menunggu dengan sorot mata khawatir. Lalu entah mati lampu atau apa, tapi semua gelap.

Seperempat jam berlalu, Myunghee membuka matanya pelan-pelan. Disadarinya dia ada di atas kasur. Mungkin di kamar tamu. Terdengar juga olehnya suara orang mengobrol, dan dia dapati dia dikelilingi Hyuk, Gaeun, Kibum, dan seorang lagi berjubah putih. Dokter?

” Ah! Kebetulan Anda sudah sadar. ” kata dokter itu. Dia berpaling ke tiga orang lainnya.
” Dia tak apa-apa, hanya sedikit kelelahan saja. Dan ada kabar bahagia untuk Anda semua, nyonya ini hamil. Usia janinnya kira-kira tiga minggu. Selamat. ”

” Hamil?! ”

END

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s