My Lil’ Bride Part 2

My Lil’ Bride Part 2

image

Cast:
-Kim Kibum SJ as Kim Kibum
-Kim Jong Woon SJ (Yesung) as Kim Jong Woon
-Lee Yo Won as Cho Yong Eun

Side Cast:
-Cho Kyuhyun SJ as Cho Kyuhyun (Yong Eun’s Daddy)
-Kim Nam Gil as Kim Nam Gil ( Kibum’s Daddy )

Genre: Romance
Rating: PG-15

————

” Bagaimana, Sayang? ” tanya Ny. Cho. Yong Eun kebingungan. Apa yang harus dia katakan? Kalau bilang ‘iya’, hatinya masih ragu dan tak percaya. Kalau bilang ‘tidak’, ugh, sungkan!

” Eum… Well, bagaimana ya? ”

” Aah, anak ini memang pemalu kalau sudah berurusan dengan hal seperti ini. Biarlah ia berpikir dulu barang beberapa hari. Tak perlu buru-buru, masih ada hari esok. Benar ‘kan, Kim Kibum, Nak? ” potong Ny. Cho, mengerti kegugupan anaknya. Kibum mengangguk sopan sambil tersenyum. Yong Eun terbelalak, ia tak sengaja melihat senyum Kibum.

Oh my God! jeritnya dalam hati.

Dia cepat-cepat menggeleng, mencoba menetralisir detak jantungnya yang marathon tiba-tiba.

——————–

Pagi harinya, Yong Eun berangkat sekolah seperti biasa. Kali ini ia memberanikan diri, bermaksud menyapa Jongwoon. Dia ingin Jongwoon menyadari keberadaannya. Mulai dari yang kecil-kecil dulu seperti ini, dia berharap nantinya bisa mengenal Jongwoon lebih jauh, lebih bagus lagi kalau Jongwoon jadi jatuh hati padanya.

Hei! hatinya mengingatkan. Bagaimana dengan Kim Kibum?

Aish! Pembicaraan kemarin tak seserius itu!
jawabnya pada diri sendiri.

Ia baru saja keluar dari gerbang rumahnya, baru saja hendak membuka mulut untuk sekedar mengucapkan ‘selamat pagi!’ pada Jongwoon yang ketika itu tengah menyiram tanaman hias di pagar rumahnya yang pendek. Namun sebuah Lamborghini putih tipe Aventador berhenti tepat di depan wajahnya, menghalangi pandangan matanya.

” Menyebalkan! ” gerutunya. ” Siapa sih datang pagi-pagi begini? Jadi batal deh menyapanya! ”

Kaca jendela terbuka, menampakkan wajah rupawan sempurna. Orang yang baru saja ia pikirkan. Kim Kibum.

Kenapa dia muncul di saat seperti ini? batinnya gelisah.

” Masuklah. ”

” Apa? ” tanya Yong Eun setengah tak percaya.

” Apa kau tak dengar? Kubilang ‘masuklah’ . Jadi tunggu apa lagi? ”

Yong Eun segera masuk ke kursi depan sebelum pria itu mengatakan sesuatu yang lebih pedas lagi. Haah, kenapa mulutnya tak semanis wajahnya?

————

” Kim Kibum-ssi! Apa yang kau lakukan?! ” Yong Eun panik. Kibum menatapnya datar.

” Apa? ”

” Kenapa malah balik bertanya? Apa yang kau lakukan? Bila mau mengantarku cukup sampai di depan gerbang, tak usah masuk ke halaman sekolah segala! ” pekiknya lagi. ” Kau mau ditangkap penjaga sekolah karena masuk tanpa ijin? ”

” Pertama-tama, Yong Eun-ah, aku bertanggung jawab terhadap keselamatanmu, jadi aku akan mengantarmu sampai ke dalam sekolah, bahkan kalau perlu menemanimu belajar di kelas. ”

Yong Eun otomatis melongo mendengar jawaban Kibum.

” Yang kedua, aku punya akses masuk ke sini. Tunggu–jangan berprasangka buruk aku menyuap atau semacamnya ke pihak sekolah. Akses ini kudapatkan karena mulai hari ini aku resmi jadi guru Matematika di sini, merangkap sebagai wali kelasmu. Jadi tak ada yang akan menangkapku seperti dugaanmu. ”

Mulut Yong Eun menganga makin lebar.

” Dan, jangan panggil aku ‘Kim Kibum-ssi’. Panggilan itu terlalu formal sementara kau adalah calon istriku. Panggil saja ‘Kibummie Oppa’. Terasa lebih nyaman di telingaku. ”

© queensarap.wordpress.com

” Mworago?! ”

” Oh ya, soal yang ketiga tadi, aku tak menerima protes. Nah! Kita sampai sekarang. ”

Mobil berhenti di parkiran. Kibum keluar, lalu membukakan pintu untuk Yong Eun. Tanpa ba-bi-bu lagi tangan Kibum meraih pergelangan tangan Yong Eun dan menggandengnya. Bahkan dia tak melepaskan tautan tangannya meski sudah di dalam gedung sekolah. Yong Eun memprotes lagi dengan lirih, mulai risih dan malu dilihati begitu oleh warga sekolah yang lain.

” Ya Kim Kibum-ssi!! Apa tak bisa kau hentikan perilakumu yang berlebihan ini? ”

” Kau lupa poin ketiga tadi? ” Kibum menanggapi tak peduli. ” Dan, sudah kubilang aku akan mengantarmu sampai ke kelas. Oh ya, sudah kukatakan juga, aku tak menerima protes. Bukankah telingamu masih berfungsi? ”

” Mworago?! ”

—————-

Tepat seperti yang sudah dikhawatirkan Yong Eun. Di seantero sekolah, tersebar berita adanya skandal romantisme yang terjadi antara seorang siswi dan seorang guru yang baru masuk hari ini. Dan itu sukses membuat Yong Eun jadi seleb dadakan di SMA nya.

” Aish! Tak bisakah mereka mengatupkan rahang? ” gumamnya lirih saat berjalan ke kantin bersama Han Yoora, sahabatnya.

” Well, ini hal yang biasa, Yongie. Acuhkan saja. Atau kalau perlu, lambaikan tanganmu. Anggap saja kau artis dan mereka adalah fansmu. ” tukas Yoora santai. Yong Eun memerucutkan bibirnya tak setuju.

” Bisa-bisa bukan hujan hadiah yang kudapat, tapi badai telur dan tomat busuk! ”

Yoora tertawa.

Mereka terus berlalu, berusaha mengabaikan warga sekolah yang berbisik-bisik dan mengarahkan jari telunjuknya seraya meliriknya dengan tatapan aneh. Sesekali telinganya menangkap kata-kata mereka yang terdengar pedas.

” Hei, kau lihat anak itu? Ya ya, yang ada skandal dengan guru baru itu! ”

” Dasar yeoja centil! Bisa-bisanya dia jalan bareng Kim saem! ”

” Benar! Padahal wajahnya biasa saja! Seharusnya dia lihat cermin dulu baru bikin skandal dengan guru setampan Kim Saem! “

Para siswa lain lagi komentarnya.

” Aish yeoja-yeoja itu berlebihan sekali. Sudah biasa ‘kan skandal antara guru dan murid macam ini? ”

” Ya benar! Paling-paling mereka cuma iri saja dengan yeoja yang–siapa itu namanya?–Yong, Yong, apalah itu! ”

” Biasa, namanya juga yeoja. Seperti tak ada namja lain saja. Padahal kita juga tak kalah tampan dengan guru baru itu. “

Yong Eun berusaha menulikan telinga. Dia menyeret Yoora ke salah satu bangku di kantin yang letaknya tak jauh dari pastry side. Pesanannya berupa sepotong croissant tanpa isi dan segelas lemon squash datang tak lama kemudian.

Baru saja ia menyeruput lemon squash nya, ia dikejutkan dengan suara bentakan nyaring di samping meja.

” YA!! ”

Suaranya fals parah!, batinnya jengah. Yong Eun mendongak, mendapati beberapa orang gadis berdiri angkuh dengan tatapan mencela. Dia mengenali mereka sebagai sunbaenya.

” Oh, Sunbaenim. ” katanya datar. ” Ada perlu apa? ”

” Kau! Beraninya kau berdekatan dengan Kim Songsaengnim! Sadarlah kau itu siapa! Wajahmu juga pas-pasan. Apa kau tak punya harga diri?! ” sunbaenya itu mencacinya sambil berkacak pinggang. Yong Eun melihat ke mata si sunbae dan merasa ngeri. Bagaimana kalau bola mata yeoja itu copot?

” Ouh ya ampun Sunbaenim.. ” jawabnya cuek. ” Itu toh. Ck. Kukira apa sampai Sunbae rela menghabiskan energi hanya untuk marah-marah padaku. Daripada begitu lebih baik gunakan energimu agar Kim Songsaengnim tertarik padamu. Atau, jangan-jangan Sunbae merasa tak cukup bernyali untuk mendekatinya? Takut tak bisa menyaingiku? Atau semacam itu? ”

Yeoja itu kehilangan kata-kata. Dia makin mendelik marah.

” Kau! Beraninya kau bilang begitu padaku?! ”

” Itulah kenyataannya. Dan Sunbae, masalah harga diri itu, ada baiknya kau tanyakan itu pada dirimu sendiri. ” tukas Yong Eun tanpa intonasi. ” Well, aku minta maaf sudah membuatmu naik darah. Aku memang sengaja. ”

Yoora menyikut lengan Yong Eun, mengisyaratkan agar temannya itu berhenti bicara. Sementara yeoja itu makin tak kalap, dia memaki dan menarik kerah seragam Yong Eun. Tanpa takut, Yong Eun memandangnya tajam.

Seisi kantin terdiam melihat ‘drama’ ini, berdebar-debar menunggu apa yang akan terjadi.

” Kurang ajar! ” tangan bebas yeoja itu sudah terangkat, hampir saja melukai pipi porselen Yong Eun. Yong Eun tak gentar.

” Berhenti!! ” suara bass nan berwibawa mengalihkan perhatian semua orang, termasuk sunbae Yong Eun dan Yong Eun sendiri. Semuanya menoleh ke sumber suara.

Kim Kibum, orang yang menjadi bahan perang telah berjalan ke ‘arena tempur’, dan berdiri di samping kedua yeoja tersebut. Dia melayangkan tatapan tajam penuh amarah.

” Jangan sentuh dia, Ahgassi! ” ancamnya pada sunbae Yong Eun. ” Jangan pernah, seinci pun, kau menyentuhnya! Apalagi mengganggunya! ”

Yeoja itu terbelalak kaget. Dia otomatis melepaskan cengkeraman tangannya dan menurunkannya ke sisi tubuhnya dengan rasa terpukul.

” Dengarkan aku semuanya! ” lanjut Kibum lantang. ” Siapa pun yang berani menyentuh Cho Yong Eun, seujung rambut saja, aku pastikan dia tak ‘kan lolos dari tanganku, calon suaminya! ”

Semua yang mendengar tak bersuara. Terlalu terkejut dengan serentetan kejadian hari ini. Yong Eun mengusap wajahnya putus asa.

Yang benar saja! Apa skandal tadi pagi tak cukup membuatnya puas? pikirnya.

————–

Hari demi hari berlalu. Namun gosip tentang kedekatan Yong Eun dan Kibum tak juga berakhir. Ah, bagaimana mungkin gosip tentang mereka akan berakhir kalau tiap hari ada saja yang dilakukan Kibum terhadap Yong Eun hingga seisi sekolah geger karenanya?

Tiap hari rutinitas Kibum tak berubah. Mulai dari pagi hari. Menjemput Yong Eun bahkan kadang sebelum Yong Eun selesai sarapan. Tak jarang juga akhirnya ia ikut makan karena dipaksa calon ibu mertuanya. Lalu mengajar di sekolah. Pulangnya bersama Yong Eun lagi. Makan malam di rumah Yong Eun sambil menunggui sang calon istri belajar. Sesekali menemani ngobrol Appa Yong Eun tentang bisnis. Atau bercengkerama berdua bersama Yong Eun sambil menikmati langit berbintang. Tentang apa saja. Kegiatan di sekolah, program-program kesiswaan, kinerja pemerintah, musik, buku yang sedang jadi best seller; apa pun. Laju politik dan tingkat kesejahteraan masyarakat pun tak luput dari perbincangan mereka.

Yong Eun yang tadinya sebal pada Kibum sedikit demi sedikit mulai bisa memahami pemuda itu. Dia tak seburuk yang Yong Eun pikirkan ternyata.

Yong Eun sibuk menjalani harinya dengan Kibum, sampai-sampai ia lupa bahwa tadinya ia menaruh perhatian lebih pada namja depan rumahnya, Kim Jongwoon. Yah, Kibum selalu berhasil mengalihkan pikirannya dari Jongwoon. Tindakannya tak pernah bisa ditebak, membuat Yong Eun terkejut dan tak pernah habis pikir dengan maksud Kibum yang sesungguhnya. Tak jarang juga Yong Eun tersentuh dengan perlakuan Kibum padanya. Pemuda itu sungguh-sungguh memperhatikannya, meski kadang caranya sedikit unik.

” Kibum-ah, apa orang tuamu tak marah kau lebih banyak menghabiskan waktu bersama kami? ” tanya Ny. Cho suatu ketika. Yong Eun hanya diam menyimak.

” Ani Eommonim. Mereka senang malahan. Kerja sama perusahaan Appa dan perusahaan Abonim makin lancar, meningkat pesat dan mendapat banyak keuntungan karena aku sering kemari, memberi ide-ide segar tentang bisnis kedua perusahaan. ” jawab Kibum sopan. ” Oh ya Eommonim, apakah besok malam semua luang? Mommy ingin makan malam bersama besok di restoran di daerah Myungdong. ”

” Oh tentu! Aku sudah lama tak berjumpa dengan Helenna-ssi. Benar ‘kan, Kyu? ”

Cho Kyuhyun mengangguk.

” Ada banyak hal yang harus kudiskusikan lagi dengan Nam Gil Hyung. ”

” Ah! Mereka juga ingin membahas masalah aku dan Yong Eun. ” tambah Kibum lagi.

” Maksudmu Nak? ”

” Pernikahan kami, Eommonim. ”

” Apa?! ” Yong Eun merespon dengan terkejut.

” Kau tak salah dengar, Sayang. Pernikahan. Pernikahan kita. ”

–TBC–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s