My Lil’ Bride Part 4

My Lil’ Bride Part 4

image

Cast:
-Kim Kibum SJ as Kim Kibum
-Lee Yo Won as Cho Yong Eun

Side Cast:
-Cho Kyuhyun SJ as Cho Kyuhyun (Yong Eun’s Daddy)
-Kim Nam Gil as Kim Nam Gil ( Kibum’s Daddy )
-Kim Jong Woon SJ (Yesung) as Kim Jong Woon

Genre: Romance
Rating: PG-15

—————————

” Ya ampun! Bagaimana ini? Aku sudah terlanjur beli tiket ke Manchester… ” keluh Yong Eun bimbang sambil memandangi tiket pesawat yang ia ambil sore tadi. ” Aku sudah check in dan ternyata Kibum Oppa malah salah paham… Aigoo… Belum pernah aku sepusing ini… ”

Yong Eun jadi ragu. Apa sebaiknya ia batalkan saja rencananya ke Manchester? Tapi bagaimana dengan tiketnya? Ia sudah beli tiket untuk pulang-pergi.

” Aaaaarrrrgh! ”

—————–

Kibum’s Appartment

” Oppa. Oppa. Kau di rumah? ”

Hening.

Yong Eun menjelajahi setiap sudut tempat tinggal Kibum. Namun ia tak juga menjumpai sosok lelakinya.

” Apa dia tidur? ” katanya pada diri sendiri.

Yong Eun berjalan pelan menuju kamar Kibum. Sebelumnya belum pernah dia masuk ke ruangan itu. Tiap kali berkunjung, paling pol dia cuma masuk dapur untuk memasak sesuatu. Yeah, Kibum bukan tipe pria yang suka memasak sendiri untuk makanannya.

” Oppa… Aku masuk ya? ”

Tak ada jawaban.

” Op… Oh my gosh! Oppa? Oppa! ”

Yong Eun terpekik. Kibum tergeletak di lantai tak sadarkan diri. Buru-buru ia datangi tunangannya itu, dan dengan seluruh tenaga yang ia punya ia papah Kibum ke tempat tidur.

” Ya ampun! Kenapa badannya panas sekali? ” ujarnya panik.

Setengah berlari, Yong Eun pergi ke dapur. Merebus sedikit air, menyiapkan baskom dan handuk kecil, tak lupa ia juga mengambil tablet parasetamol, termometer, dan segelas air minum. Air yang ia didihkan tadi dituangnya ke baskom, dia campurkan sedikit air dingin. Lalu semuanya itu ia bawa di atas nampan menuju kamar Kibum.

Pertama, Yong Eun mengukur suhu tubuh Kibum.

” 38. 5!! Tinggi sekali! ” jeritnya lagi.

Tanpa menunda-nunda lagi, Yong Eun mengompres dahi Kibum. Sesekali ia tepuk-tepuk pipi Kibum agar tersadar.

” Oppa ireona Oppa. Kau harus minum obat. ” katanya lirih. Dimasukkannya sebutir parasetamol ke mulut Kibum, lalu ia minumkan air putih dengan menggunakan sedotan.

Tak lupa ia atur suhu ruangan supaya Kibum merasa nyaman. Kompresnya juga ia ganti beberapa kali. Dan tiap lima belas menit ia cek suhu tubuh Kibum.

” Yongie… Yongie-ah.. ” Kibum mengigau pelan. Yong Eun segera menggenggam tangan Kibum erat.

” Aku di sini Oppa. ”

” Kajima… ”

Jantung Yong Eun serasa berhenti berdetak.

Jadi Kibum sakit karena memikirkan kepergiannya?

” Oppa jeongmal mianhe… ” sesalnya.

Diliriknya pergelangan tangan kirinya yang dihiasi arloji merek ternama Alexander Christie.

Jam sembilan malam!!

” Ah! Penerbangannya… ”

Seharusnya sekarang Asia Airways sudah landing di Manchester. Yong Eun menghela napas. Sedikit merasa sayang karena ketinggalan pesawat. Tapi aneh. Kenapa sudut hatinya merasa sangat sangat lega?

————————

Gerah. Butir keringat yang meluncur turun dari pelipisnya membuat Kibum terbangun. Ia masih sedikit linglung, sejak kapan ia ada di tempat tidur? Seingatnya ia tadi duduk di sofa dekat jendela.

Kibum pun duduk.

PLUK!

” Handuk basah? ”

Handuk yang digunakan untuk mengompres dahinya terjatuh di pangkuannya.

” Apakah tadi aku demam? ” tanyanya pada diri sendiri. Dia melirik jam digital di nakas samping ranjang. Sudah hampir tengah malam.

” Aku tertidur selama itu? ”

Dia menoleh penuh ke arah nakas, yang terlihat sesak dipenuhi barang. Baskom kecil berisi air, segelas air putih, parasetamol, dan termos kecil berisi air panas.

Jadi benar aku sakit. Lantas, siapa yang merawatku semalam tadi? Sepertinya tak ada orang yang tahu, bahkan aku sendiri tak tahu aku sakit. pikirnya penasaran.

Kibum bangkit dari ranjangnya, dan terkejut mendapati Yong Eun tengah meringkuk di sofa kamarnya yang terletak di dekat jendela.

” Yongie? “ pikirnya lagi. ” Bukankah ia pergi ke Manchester? Kenapa ia ada di sini? Apa dia yang merawatku? “

Kibum berjalan ke closetnya, dan mengambil selembar selimut tebal dari salah satu pintunya. Dengan hati-hati, ia menyelimuti Yong Eun. Gadis itu terlihat lelah, dan Kibum tak mau membuatnya terbangun.

Sementara Yong Eun yang tertidur merasakan hangat, lalu menggeliat bergelung lagi menyamankan posisi tidurnya. Hal itu membuat Kibum tersenyum.

Kibum berjongkok. Tangannya membelai puncak kepala Yong Eun penuh sayang.

Tak diduga, Yong Eun terbangun karenanya.

” Oppa? Kau sudah baikan? ” tanya Yong Eun begitu ia membuka mata. Tangannya bertengger di dahi Kibum cepat-cepat.

” Sepertinya sudah normal. ”

Dengan tergesa Yong Eun berdiri dan mengambil termometer di nakas, lalu menjejalkannya ke mulut Kibum secara tiba-tiba, tak memberi kesempatan buat Kibum untuk mengelak.

Sesaat kemudian bunyi “biip biip” pendek terdengar, pertanda bahwa suhu tubuh Kibum sudah normal. Yong Eun mengambil termometernya tergesa juga, hingga Kibum sedikit terlonjak. Dia bahkan tak bisa berkomentar apa pun, hanya mengerjap beberapa kali karena kaget dan bingung.

” Ah syukurlah. 36.5. Sudah normal. Kau sudah tak demam lagi. ”

Yong Eun mendesah lega lalu tersenyum pada Kibum yang masih nampak kebingungan. Dan seolah tahu isi pikiran Kibum, Yong Eun menjelaskan.

” Aku batal ke Manchester, Oppa. ” ujarnya. ” Padahal aku sudah beli tiketnya. Lihat! ”

Diacungkannya dua lembar tiket Asia Airways dari dalam tasnya.

” Kenapa? Kau menyesal? ” sahut Kibum agak jengkel. Barusan moodnya sudah mendingan, tapi gara-gara Yong Eun membahas Manchester lagi, ia jadi sebal.

Yong Eun tertawa geli.

” Benar juga. Seharusnya aku menyesal ‘kan? ” katanya. Kibum mengernyit.

” Entahlah Oppa. Aku tak merasa menyesal sama sekali. Aku merasa lega, malah. Menurutmu kenapa? ”

” Jangan tanya padaku. Aku tak tahu. ” jawab Kibum sedikit lunak.

” Well, padahal kau biasanya tahu banyak hal. Ya ‘kan? ”

” Sudahlah. Tak usah dibahas lagi. ”

” Ah! Ada satu hal yang perlu kau ketahui Oppa, soal rencana keberangkatanku ke Manchester. ”

Kibum terlihat jengah. Matanya seolah mau bilang, Manchester lagi?

” Ck! Dengarkan aku dulu! ” sergah Yong Eun seakan tahu isi pikiran Kibum. ” Kita sama-sama Citizens ‘kan? Kalau kau tahu alasanku ke sana, kau akan memohon padaku agar pergi dan bukannya sakit begini karena memikirkan kepergianku, Oppa. ”

Kibum mulai menyimak. Apa ada kaitannya dengan sepak bola?

” Jadwal pertandingan bulan depan adalah Manchester City vs Real Madrid, di stadion Derby. Pertandingan bagus, bukan? Sayang sekali kalau dilewatkan. Dan rencanaku, aku mau beli dua lembar tiket VVIP di sana langsung untuk kita. ” lanjutnya sambil tersenyum penuh kemenangan. Kibum membelalakkan matanya hampir-hampir tak berkedip.

” Kenapa kau tak bilang dari awal?! ”

” Apa kau memberiku kesempatan untuk menjelaskan? ” sindir Yong Eun. ” Ck. Lalu apa mau Oppa? ”

Kibum meraih ponselnya, lalu menelepon Asia Airways.

” Ah ya! Aku pesan dua tiket kelas eksekutif ke Manchester ya, penerbangan pertama besok pagi. Dan oh ya, sekalian tiket pulangnya untuk tiga hari berikutnya. ” kata Kibum cepat. ” Atas nama Bryan Kim. Pembayarannya biar kutransfer. Tolong berikan lampiran tiketnya lewat e-mail ya. ”

Yong Eun geleng-geleng kepala melihat tingkah Kibum.

——————————–

Manchester, U.K.

H-3

” Akhirnya sampai sini juga! ” ujar Yong Eun senang. Kibum tersenyum.

Mereka ada di hotel sekarang. Tepatnya di kamar Kibum. Ah! Jangan berpikir mereka sekamar. Tidak! Mereka masih tahu adab. Mereka masih orang timur, dan karena belum menikah, tentu saja mereka tak boleh tidur di kamar yang sama.

” Hei Oppa! Ayo jalan-jalan. Katamu kau tahu seluk beluk Eropa. ”

” Serahkan hal itu padaku! ”

Dan keduanya pulang sehari sebelum pernikahan. Membawa dua lembar tiket pertandingan di kursi VVIP dan beberapa merchandise original Manchester City. Kaos souvenir original untuk seluruh anggota keluarga mereka, scarf, topi, serta mug dan gantungan kunci untuk Han Yoora.

” Yongie, apa sudah kau dapatkan jawaban atas keraguanmu? ” tanya Kibum saat perjalanan pulang ke Korea. Yong Eun mengangkat bahu.

” Entahlah Oppa. Aku bahkan masih agak bingung. ” jawabnya lirih. Sedetik kemudian dia tersenyum. ” Tapi aku percaya padamu Oppa. Lalu apa lagi yang mau kupersoalkan? Benar, ‘kan? ”

———————————–

Wedding Day

Upacara pernikahan berlangsung dengan lancar. Ny. Cho dan Ny. Kim menangis haru, akhirnya putra-putri mereka menikah juga. Sementara Cho Kyuhyun dan Kim Namgil berbincang ringan dengan beberapa kolega mereka.

” Hei! Akhirnya kau menikah juga! ” Han Yoora berlari mendekat lalu memeluknya senang.

” Ah chukkhahamnida, Kim Saem. ” katanya lagi. Kibum membungkuk sopan.

Beberapa teman sekolah mereka mendekat dan mengucapkan selamat. Yong Eun dan Kibum menjawab penuh senyum.

———————-

” Acara hari ini sukses besar. Lega rasanya… ” ucap Yong Eun. Kibum menggumam sebagai jawaban.

Keduanya berbaring di kasur besar di apartemen Kibum. Gaun pengantin dan tuksedo berwarna putih gading masih melekat di tubuh mereka. Sepatu-sepatu berserakan di ruang depan.

” Oppa… Kau lelah tidak? ” tanya Yong Eun. Kibum yang hampir terpejam jadi terjaga lagi.

” Mm. Tentu saja. Pipi dan wajahku bahkan masih pegal gara-gara harus tersenyum pada semua tamu yang hadir tadi. ” jawabnya seraya memijat-mijat wajahnya.

Yong Eun tersenyum geli. Ia kemudian bangkit dan masuk ke closet Kibum, mencari cermin di sana. Ada kotak make up–yang jarang sekali ia pakai kecuali saat ada acara resmi–di tangan kirinya, sementara tangan kanannya melepaskan tiara yang membuat maria veil nya tetap menghiasi puncak kepalanya.

Setelah melempar veilnya sembarangan, Yong Eun menarik sebuah kursi kecil ke muka cermin dan memangku kotak make up nya.

” Sedang apa, Yongie? ” Kibum datang menghampirinya. Sambil mengoleskan milk cleanser dan memijat wajahnya pelan, Yong Eun menyahut santai.

” Membersihkan make up ku, Oppa. Aku tak mau di wajahku timbul jerawat gara-gara lupa menghapus make up. ”

” Oh. ”

Kibum duduk di meja di belakang Yong Eun yang penuh dengan jam tangan koleksinya. Ia tersenyum. Senyum bahagia dan tulus. Yang rupa-rupanya terpergok Yong Eun.

” Kenapa Oppa? Kau, bukan sedang berubah jadi gila ‘kan? ”

” Ck kau ini. Merusak suasana saja. ” sungut Kibum sambil berdiri dan melepas tuksedo, dasi kupu-kupu, juga kemejanya. Seketika Yong Eun berteriak sambil memejamkan mata.

” Ya! Jangan lepas bajumu di sini Oppa! ”

” Percaya diri sekali kau. Kau kira aku bertelanjang dada? ” sahutnya datar. ” Lagipula kita ‘kan sudah menikah. Aku telanjang bulat sekalipun tak ‘kan ada yang melarang. ”

” Ya! ”

” Yongie. Aku bercanda. Bukalah matamu. ”

Yong Eun perlahan membuka matanya, dan mendapati Kibum yang ternyata mengenakan kaos tipis di balik kemejanya. Ia pun mendesah lega.

” Yongie… Apa yang kaurasakan sekarang? ” Kibum berjongkok di samping Yong Eun. Yong Eun mengedik bingung.

” Yeah, maksudku, setelah kita resmi jadi suami-istri. Sudahkah kau jatuh cinta padaku? ”

” Jatuh, cinta? ”

Yong Eun mengerjap.

” Mm. Seperti yang selalu kurasakan saat melihatmu. ” Kibum meraih tangan Yong Eun dan meletakkannya di dada bidangnya.

” Kau bisa rasakan getarannya ‘kan? Betapa jantungku kerja berlebihan? ” ujarnya lagi.

Yong Eun diam. Detak jantung Kibum yang begitu cepat seolah tersalur ke seluruh pembuluh darahnya, membuat jantungnya ikut-ikutan marathon juga.

” Kau merasakannya, bukan ? ”

Dipandanginya wajah Kibum.

Dia melengos.

” Tuhan! “ batinnya heboh.

Dan entah kenapa, pipinya terasa panas.

Ditariknya tangannya cepat-cepat; sepertinya panas di pipinya menyebar dengan cepat. Ke tangan, telinga, bahkan ia jadi tergagap.

” Kenapa, Sayang? ” tanya Kibum heran.

Mendengar Kibum memanggilnya ‘Sayang’ , memberi efek terbakar pada dirinya.

” Ani. ” katanya mencoba menenangkan diri. ” Tak ada apa-apa. ”

” Jeongmal? ”

” Mm. Kokjongma Oppa. ”

” Well, kalau begitu aku tidur duluan ya. Hari ini benar-benar membuatku kelelahan. Kau juga jangan tidur terlalu malam. Segeralah tidur setelah selesai. ” pesan Kibum sambil menguap lebar. ” Bangunkan aku kalau kau butuh sesuatu. ”

Yong Eun mengangguk. Ia lantas menghapus riasan di wajahnya secepat yang ia bisa, karena jujur saja, ia juga sama lelahnya dengan Kibum. Gaun yang berat membuat tubuhnya seolah terkunci dan itu menyebabkan tulangnya seolah remuk.

” Ah… ” desahnya lesu. ” Lelah sekali. Padahal besok sore kami harus segera berangkat ke Maldives. ”

Ditutupnya kotak make up dengan cepat. Kemudian tangannya meraih reslueting di bagian belakang tubuhnya, namun tangannya tak bisa menjangkau reslueting tersebut. Berbagai cara ia coba agar ia bisa menurunkan resluetingnya tapi selalu saja gagal.

” Huh! Bagaimana ini? Kalau aku tak bisa ganti baju, aku tak mungkin bisa tidur. ” keluhnya. ” Apa minta tolong Kibum Oppa saja? ”

Tidak tidak! Apa yang kau pikirkan, Yongie? “

Yong Eun–sekali lagi–berusaha keras menjangkau reslueting di punggungnya. Dan–sekali lagi–ia gagal.

” Ck! ”

Sambil menekan urat malunya dalam-dalam, dia berjalan keluar dari closet dan menghampiri ranjang, di mana Kibum tertidur.

Jantungnya berdebar keras. Tangannya terjulur hendak membangunkan pria yang sudah sah menjadi suaminya itu.

” Aduh! Dibangunkan atau tidak, ya? ” batinnya ragu. Secepat kilat ia tarik lagi tangannya, batal membangunkan Kibum. Hatinya masih saja jumpalitan tak karuan. Antara malu, segan, tapi mau tak mau ia perlu bantuan Kibum, itulah yang ia rasakan sekarang.

Tangannya terjulur lagi.

Posisi Kibum sedikit berada di tengah tempat tidur. Yong Eun kesulitan menjangkau lengan Kibum, jadi ia mendekat lagi. Tangannya masih terulur ke depan.

” Oppa… ” katanya lirih.

Ia maju lagi lebih mendekat ke Kibum.

” Oppa… ”

” Kyaa!! ”

BRUKK!

—TBC—

Yeaaay poster baru!! Akhirnya bisa bikin poster yg lumayan menghibur (?) . Poster kemarin kurang menarik sih ya…

Any way…

Ini kenapa TBC di sini yah? Aou nih author juga bingung padahal rencananya part ini END. Tapi sayangnya author blm nemu moment yang pas buat mengakhiri semuanya #plakk #kayak sinetron aja

Oke dah tunggu part berikutnya yah… Planningnya sih next part nya END…

Ada yg mau usul end-plot nya?? Boleh… Just give me comments ya… See yaaa~~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s