The Fake

The Fake

image

Cast: Lee Hyukjae, Cho Kyuhyun, Kim Rana

Genre: Fantasy

Length: continued

Rating: PG-15

Warning! Ini BUKAN ff SWITCH GENDER!

No bash, no plagiat, no copas, no reblog W/O full credit!

——————————-

Selasa pagi. Setiap warga sekolah di Seoul National High menatap sesosok pria–well, kalau bisa dibilang begitu–dengan sorot mata yang sulit diartikan. Sementara yang bersangkutan malah melambaikan tangan tak peduli.

” Holaaaa~ Pagi semuanya~ ! ” ujarnya nyaring. Dan dia tak ambil pusing dengan kenyataan bahwa semua orang mati-matian menahan tawa melihatnya.

” Pagi Ladyboy Saem~ ” jawab segerombolan murid berandalan setengah mengejek. Ia mendekati mereka dengan langkah kemayu dan mimik antara marah dan gemas.

” Iih! Awas saja ya kalian ini! Ayo! Kalian harus dapat hukuman! ” katanya genit seraya menjewer ketua genknya.

” Aargh! Apoyo! Mianhae Saem mianhae!! ” pinta anak itu. ” Kumohon! Saem cantik deh! Makanya, kumohon lepaskan aku! Nanti jari Saem yang indah bisa rusak cuma gara-gara menjewerku begini! ”

Sontak pria jadi-jadian itu melepaskan tangannya. Dengan dramatis, ia mengamat-amati lalu meniup kedua tangannya.

” Dasar penjilat. ” cibirnya ke anak tadi, yang memutar bola matanya tak peduli. ” Detensi untukmu, Miss Rana. Sepulang sekolah nanti, hukuman sudah menantimu. ”

” Oke Saem~ ” sahutnya tanpa beban. ” Oh ya, aku tadi tak bohong lho. Lee Hyukjae Saem betulan cantik. ” Kim Rana–anak tadi–mengedipkan mata sambil tersenyum. Dan Lee Hyukjae, guru pria jadi-jadian itu mengibaskan wig panjangnya bangga.

” Sudah pasti! ”

————–

Hyukjae berjalan menuju ruang guru dengan langkah feminin. Beberapa kali melambai centil ke arah murid lelaki yang menyapanya. Sesekali mengedipkan mata pada murid yang berparas tampan. Membuat yang dikedipi geli sekaligus ngeri. Dan sebentar kemudian, sampailah ia di Ballroom, tempat di mana ia mengajar.

Ruangan itu berfungsi sebagai kantornya juga. Ia masuk, berkeliling sebentar untuk memastikan tak ada orang lain di situ.

” Sial! Kalau bukan kau yang memintanya, aku tak ‘kan melakukan ini! ” dia mengumpat sambil melepas wignya dengan kasar.

Hyukjae berdiri di depan cermin memandang pantulan dirinya. Perlahan, di cermin terlihat ada dua orang. Aneh, ada bayangan dua pria di cermin, tapi di ruangan itu cuma ada Lee Hyukjae.

” Ck. Apa sih, susahnya memenuhi permohonanku? Jangan lupa kalau kita ini saudara. ” bayangan pria yang tampan berlebih itu menjawab. Keanehan lagi. Bayangan itu berbicara? Apa dia… Hantu? Roh? Spirit? Entahlah.

” But still we’re exist in the different world! Kau di dimensi lain yang berbeda dengan yang di sini. Kita hidup di dunia yang berbeda, Kyuhyun-ah! ”

” Sudahlah, Hyung. Kau turuti saja adikmu ini. Semua buat kebaikanmu. ”

” Terserah padamu, Tuan Jenius. ” Hyukjae berjalan pelan dan mengunci pintu ruangan. ” Aku tak habis pikir, Kyu. Kau ngotot sekali menyuruhku jadi guru di sini. Pakai acara menyamar jadi waria pula. Apa sih, maumu? Kau mau membuat keluarga kita menanggung malu? Bagaimana dengan reputasiku sebagai pakar dance internasional? ”

” Tentu bukan karena itu. Ah, soal keluarga kita, dan juga reputasimu, well, kau tenang saja. Mereka tak akan tahu. ”

Hyukjae menatap Kyuhyun.

” Yah, selama kau tetap jadi laki-laki saat di luar lingkup sekolah. ”

Hyukjae memberengut sambil melemparkan wignya yang tadi ia taruh di lantai ke arah cermin. Kyuhyun hanya tertawa mengejek.

” Hahaha! Tidak sakit, kau tahu? Lagipula kau cuma mengenai cerminnya. ”

” Dasar adik sialan! ”

——————————–

Lee Hyukjae, 23 tahun, seorang guru muda di Seoul National High, mengajarkan pelajaran tari. Sehari-hari dikenal sebagai guru yang ‘menyimpang’ oleh warga sekolah. Namun tak seorang pun mempermasalahkannya, karena dia adalah pakar tari nomor satu di Korea saat ini. Selama dia masih mengajar dengan baik, maka tak ada masalah.

—————–

Di Seoul National High, ada seorang siswi troublemaker bernama Kim Rana. Ia bersama dua orang siswi tomboy lainnya–Choi Song Hee dan Hwang Sa Ryung–selalu saja bikin ulah dan membuat pusing para guru. Hyukjae mengusulkan pada guru konseling agar dia saja yang menghandle tiga siswi berandalan tersebut.

” Geuraetchi, biar aku saja yang tangani mereka, Jung Songsaeng. ” katanya sembari menepuk tangan Jung Songsaeng sedikit genit. ” Kokjongmara, ne? ”

Pagi ini, kelas 2-1 sudah dibikin heboh gara-gara Joker–sebutan bagi Rana, Song Hee, dan Sa Ryung–mengusir seluruh siswa laki-laki di kelas itu. Para ‘korban’ hanya bisa protes tanpa berani melakukan tindakan apa pun. Pasalnya, ketiga Joker tersebut selain galak, tanpa ampun, preman sekolah, mereka juga pemegang sabuk Dan Hitam di klub Tae Kwon Do. Bahkan mereka juga mengharumkan nama sekolah lewat kejuaraan Tae Kwon Do sampai ke tingkat nasional setiap ada turnamen sekitar enam bulan sekali.

Hyukjae terheran-heran melihat para siswa laki-laki di kelasnya berada di luar ruangan.

” Kenapa kalian di luar? ”

” Ah Lee Saem! ” mereka membungkuk hormat. ” Joker mengusir kami. ”

” Kenapa? ”

” Entahlah. Katanya sih, mereka alergi dengan keberadaan kami karena kami laki-laki. ”

” Saem, apakah itu masuk akal? Alasan yang benar-benar aneh, bukan? Joker juga selalu bikin gara-gara dengan kami–para laki-laki. Kami tak pernah bisa mengerti jalan pikiran mereka. ”

” Tenang saja, Pria Tampan. ” katanya. Yang diajak bicara merinding. ” Ada aku. Biar kukendalikan dirinya. Maklum, dia suka lupa diri kalau tak ada pawangnya. ”

Hyukjae masuk ke kelas dan menghampiri ketiga preman tersebut.

” Nona-nona. Bisakah kalian beri izin para kecoa itu masuk? Kasihanilah mereka. ” bisiknya pelan ke Joker–Rana, Song Hee, Sa Ryung–yang mengernyit heran.

” Kecoa? ” ulang Sa Ryung.

Hyukjae mengangguk mantap dan memasang muka iba. ” Ah… Kita ini bidadari cantik nan baik hati. Bahkan pada kecoa kita juga harus kasihan, ‘kan? ”

Rana menahan tawa mendengar Hyukjae bilang ‘kita’. Maksudnya, dia juga cantik, begitu?

Dan itu sedikit memperbaiki suasana hatinya yang tadi pagi agak rusak.

” Tidak Saem. ” katanya. ” Mereka hanya bisa masuk dengan satu syarat. ”

” Syarat? Kenapa? Bidadari baik hati seperti kita tak semestinya mengajukan persyaratan. ” tanya Hyukjae seraya memainkan wignya.

” Salah satu dari kecoa-kecoa itu menolak perasaan seorang tuan puteri dari kelas sebelah. Dengan sadis. ” sorot mata Rana terlihat datar dan kejam. ” Dan dia–juga kawan-kawannya, harus membayar untuk ini. ”

” Ck Miss Rana! Baguslah kalau dia menolak perasaan tuan puteri itu! Tuan puteri itu terlalu agung untuk picisan macam kecoa itu! ” sahutnya. ” Jadi, apa mereka harus tetap membayar? Tak perlu, ‘kan? Ampunilah mereka. ”

” Tuan puteri itu adalah sahabat Joker, Saem. Dan sekali saja ada kecoa yang bikin masalah, jangan kira bisa lepas dari hukuman kami. ”

” Well, kalau itu maumu, oke. Apa syaratnya? ”

” Dia, harus menemui tuan puteri sahabat kami itu.. ”

” Aaaah! ” tiba-tiba Hyukjae berteriak shock. ” Jangan bilang kau mau menyuruhnya menerima cinta sang putri?! Oh noo, Miss Rana! Tak bisa begitu! Kita tak bisa memaksakan perasaan seseorang! ”

” Ck bukan begitu! Kenapa Saem bawel sekali sih? Aku ‘kan belum selesai bicara! ” dan Hyukjae cemberut sambil mengomel pelan, ” Aku ini gurunya tapi dia mengataiku bawel. Huuh, apa dia iri karena aku lebih cantik? ”

Rana mencibir. Sepertinya dia dengar omelan lirih Hyukjae barusan. Dia meneruskan kalimatnya tak ambil pusing. ” Kecoa sialan itu, Saem, dia harus jadi pelayan sahabat kami selama seminggu penuh. Dia dilarang protes dan membantah apa yang diperintahkan sahabat kami. Itu saja. Tak sulit, bukan? ”

” Oke, deal! ”

Dan akhirnya para siswa bisa mengikuti pelajaran di dalam kelas.

————————–

Hyukjae baru mau bersiap pulang saat sudut matanya tak sengaja menangkap sosok Rana yang sedang terdiam di dekat gerbang sekolah. Gadis itu nampaknya bingung–entah kenapa Hyukjae juga tak tahu. Tadinya Hyukjae tak mau ambil peduli. Tapi pesan Kyuhyun melintas cepat di benaknya. ” Kumohon Hyung. Temani Kim Rana dan sembuhkanlah dia. ”

” Ck merepotkan sekali. ” decaknya malas. Ia batal masuk mobil. Diayunkannya kakinya dengan kemayu (agar Rana tak tahu kalau ia normal). Ditepuknya pundak Rana pelan.

” Miss Rana. Kau tak pulang eoh? ” sebisa mungkin ia tampilkan raut wajah khawatir khas perempuan. Rana menoleh dan hampir saja tertawa keras disuguhi wajah abstrak mendadak.

” Ah Saem. Ahaha aku kaget sekali. ” dia mengambil napas. ” Entahlah Saem. Ibuku tak di rumah, dinas ke Jeju pagi tadi, dan sialnya aku baru ingat kalau kunci rumah Ibu yang bawa. Rumah kerabatku juga, di luar distrik semua. Sebenarnya aku mau menginap di rumah Sa Ryung atau Song Hee, tapi mereka ada acara. ”

” Aiyy… Malang benar. Ck ck… Lalu bagaimana? Kau mau menginap di mana malam ini? ”

” Entahlah Saem. Mungkin aku akan ke hotel.. ”

” Aaaak nooo nehiii jangan! Bahaya Miss Rana! ” Hyukjae histeris. ” Kau masih anak sekolah, Missie. Perempuan, pula. Tidak! Sebagai gurumu, aku punya tanggung jawab memastikan kau aman. ”

Rana tak tahu kenapa, tapi hatinya menghangat mendengar ucapan Hyukjae. Ternyata ada juga orang yang peduli padanya.

” Ah! Kau menginap di apartemenku saja, Missie. Kau akan aman, karena aku gurumu, dan kita sama. Sama cantiknya–well kurasa aku sedikit lebih cantik darimu–dan sama perempuannya. Yeah meski aku tahu kau pasti masih ragu apa benar aku berjiwa bidadari. ”

Rana tersenyum kecil. Ia mengangguk. Dan lagi-lagi ia tak mengerti. Ia benar-benar senang dan bahagia.

Hyukjae mempersilakan Rana naik ke kursi penumpang depan. Dan sebentar kemudian mobil mewah Hyukjae sudah meluncur ke kawasan gedung apartemen mewah tak terlalu jauh dari Seoul National High.

Rana terpana saat ia masuk ke apartemen Hyukjae. Guru dance nya itu rumahnya benar-benar keren! Pengaturan perabotannya simpel tapi tetap membuat mata segar dan ‘bling-bling’ seperti di komik-komik.

” Saem tinggal sendiri? ” tanya Rana. Hyukjae berjalan membawa nampan berisi minuman dan makanan ringan. Dia mengedikkan bahu.

” Menurutmu? ”

” Kulihat Saem sendiri saja. Aku hanya heran kenapa rumah bisa rapi begini. ”

” Hei, perempuan ‘kan harus rajin, bersih, dan rapi. Kau lupa ya? ”

Rana terlihat berpikir, lalu tertawa tanpa suara. Hahaha, bagaimana ia bisa lupa? Guru satu ini ‘kan, ‘begitu’ .

” Saem… Apa aku, boleh bertanya sesuatu? ” kata Rana ragu. ” Well, tapi mungkin Saem akan tersinggung. ”

Hyukjae hanya tersenyum, yang mau tak mau memacu detak jantung Rana lebih cepat.

” Apa ini? ” batin Rana tak mengerti. Namun ia acuhkan keanehan itu.

” Kenapa Saem begini? Ah, maksudku, emm, semacam, apa ya? Duh.. Yah. Saem tahu lah apa maksudku. ” lanjutnya. Lalu cepat-cepat ia tambahkan. ” Tapi kalau Saem keberatan menjawabnya juga tak apa. Anggap saja aku tak bertanya. ”

Hyukjae tersenyum lagi. Disandarkannya punggungnya yang terasa pegal ke bantalan sofa yang empuk. Ia menghela napas.

” Jangan ceritakan yang sebenarnya Hyung! Belum waktunya! “ Terdengar Kyuhyun menegurnya.

Ia membalas, ” Kenapa? “

” Tidak. Kubilang jangan. Bisa jadi buruk nanti efeknya. Akan kuberitahu nanti kalau sudah saatnya gadis itu tahu. “

Dan Hyukjae menurut saja.

” Molla. Aku juga tak tahu pasti, Missie. ”

Rana mengernyit. Kok bisa tak tahu?

” Aku hanya, nyaman saja. ”

———-

” Miss Rana, gantilah dulu bajumu. Eonni sudah siapkan kaos dan celana di kamar tamu. Nanti kau tidur di sana, ne? ” Hyukjae memberi tahu Rana dengan lagak sok seperti seorang kakak.

Rana terkikik. Apalagi ini–‘eonni’–?

” Apaa? Jangan bilang aku bau! Aku sudah mandi. ”

” Tidak, Eonni. ” sambil tersenyum geli, Rana menjawab sekenanya dengan memberi penekanan pada kata terakhir.

” ‘Kay. Kalau begitu istirahatlah dulu. Kau boleh makan duluan makanan yang ada di meja makan jika kau benar-benar lapar. Tapi boleh juga menungguku. Aku mau tiduran dulu barang satu jam. Daaah. ”

Rana menangguk, kemudian Hyukjae melangkah ke kamarnya sendiri. Rana menyempatkan diri untuk berkeliling melihat seisi rumah. Pertama ia pergi ke ruang makan. Dan mulutnya langsung menganga.

” Wuoh… Keren sekali. ” desisnya penuh kagum.

image

Ia berjalan pelan menuju salah satu kursi, lalu mencoba duduk.

” Nyaman… Ah, masak apa ya Lee Saem? ”

Dibukanya tutup-tutup mangkuk satu per satu. Bibimbap. Kimchi. Ddeokbokki. Sup ayam ginseng. Wow. Apa biasanya saemnya itu makan sebanyak ini?

Rana memutuskan untuk berkeliling lagi dan menunda makannya sampai gurunya itu terbangun. Sementara itu, Hyukjae di kamarnya melepas penat dengan berbaring santai. Wignya disimpan di make up desk nya, ia juga hanya mengenakan celana pendek karena ia kepanasan. Bukan cuma karena cuaca memang sedang tak stabil, tapi juga kedatangan Rana di apartemennya membuatnya harus selalu waspada. Menjadikan tubuhnya lebih banyak mengeluarkan keringat. Tak tahan lagi, Hyukjae beranjak dan masuk ke kolam renang yang memang ada di kamarnya.

Menyelam beberapa kali, lalu membalikkan badannya menatap langit-langit sambil mengapung santai membuat dia lupa kalau hari ini dia tak cuma sendiri.

” Segar sekali… ” ujarnya. Langit-langit kamarnya tampak berkilau biru memantulkan bayangan air.

” Tetap waspada Hyung. “

” Aku tahu, Anak Nakal. ”

Di luar, Rana mulai celingukan. Kenapa guru absurd satu itu tak juga keluar dari kamarnya? Sudah begitu, perutnya juga tak bisa diajak kompromi! Aduh!

” ….gruuuuuk…. ” dan perutnya protes minta isi.

” Untung cuma aku saja yang ada di ruangan ini. “ batinnya. Bila ada Hyukjae juga, tak bisa dibayangkan mau ditaruh di mana mukanya saking malunya ia!

Rana memutuskan untuk tidur dulu, sambil menunggu jam makan malam.

Tapi…

.
.
.

Kamar yang disediakan untuknya, yang mana ya?

Kata gurunya itu, kamar tamu. Nah, ada dua kamar di sini. Tapi yang mana? Masalahnya, pintu kamar utama dan kamar tamu berhadapan, dan Rana tak ingat kamar mana yang harusnya ia tempati.

” Aduh gawat… Aku bingung… ” keluhnya. ” Sembarang saja deh. Semoga bukan kamar Saem yang kumasuki. ”

Rana menjeblakkan pintu di sisi kanan sambil menutup mata.

Tidak terkunci! pikirnya. Berarti ini benar kamar tamu.

Rana takjub lagi. Kolam renang? Di dalam kamar? Woah!!

image

Eh.
.
Tunggu.
.
Tunggu dulu.
.
Sepertinya ada yang salah di sini.

BYUSH!!!!

” Aaaaaaaaa!!! ”

–TBC–

RCL juseyooo…
Btw, ini cerita absurd aneh n garing… Terinspirasi dr salah seorang temen dr ass. author yg, well, agak ‘melenceng’.

Kritiknya yah readersss….

Calon Mantu 2 on the go, jd harap maklum n bersabar yaaah.. Tengkyuuuu

Xoxo mwahhh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s