The Fake Part 2

The Fake Part 2

image

Cast: Lee Hyukjae, Cho Kyuhyun, Kim Rana

Genre: Fantasy

Length: continued

Rating: PG-15

Warning! Ini BUKAN ff SWITCH GENDER!

No bash, no plagiat, no copas, no reblog W/O full credit!

——————————-

BYUSHHH!!!

Rana megap-megap.

Menyesal sekali dia sudah melangkahkan kakinya ke pinggiran kolam.

Kenapa dia harus terpeleset segala sih? ‘Kan jadinya tidak keren sama sekali.

Rana menggerutu kecil sambil menggerakkan tangan dan kakinya ringan ke arah tepi kolam. Dia naik perlahan, matanya berkeliling mencari handuk.

” Aduh! Kok tidak ada sih? ” keluhnya. Ia mulai panik. Terlebih saat dia sadari bahwa tak ada baju ganti seperti yang dibilang Hyukjae tadi.

Sementara itu, Hyukjae yang sedang menyelam tak mengetahui perihal Rana yang masuk ke kamarnya dan tercebur di kolam renang miliknya. Ia masih berenang santai. Dan kecipak air yang timbul akibat gerakan tubuhnya membuat Rana sadar bahwa ia berada di kamar yang salah.

” Ya Tuhan! ” desis gadis itu. Kalang kabut Rana berlari menuju pintu, bermaksud keluar.

PLUSUUUUT

Sayangnya, ia terpeleset lagi.

BYURRRRRR

Dan tercebur lagi.

.
.
.
.
.

Rana muncul di permukaan kolam, mengusap kasar wajahnya sambil celingak-celinguk tak jelas. Dan pada saat itu suara air berkecipak heboh, disusul keluarnya kepala Hyukjae. Keduanya spontan berpandangan.

” … Ah. ”

” Dasar hyung bodoh! “ Kyuhyun mengumpat dalam hati. ” Kenapa reaksinya cuma begitu? Teriak atau apa, lah! Biar tidak ketahuan normalnya! “

Dan keduanya masih sama-sama kaget. Sehingga tak ada respon apa pun.

” Mianhe, Saem. Aku salah masuk. Tadi aku juga terpeleset. ” ujar Rana datar, berusaha memecah keheningan. Hyukjae masih diam. Dan tetap melongo meski Rana keluar dari kolam lantas pergi ke kamarnya sendiri.

” Ya Hyung! Kau ini idiot atau bagaimana sih? ”

Teriakan Kyuhyun menggema di dalam ruangan, menampilkan sosoknya yang tetap tampan meski sedang marah. Bayangannya nampak di permukaan air.

” Haish! Kalem saja lah, tak usah meregangkan otot leher begitu. ” sungut Hyukjae.

” Kalem? Kalem, katamu? Aigoo! Ya! Mana ada orang kalem kalau kau satu kolam renang dengan perempuan? Apalagi dia muridmu! Bagaimana kalau nanti kau ketahuan? “

Benar juga ya… Ah! Kenapa aku bodoh sekali?

Hyukjae masih sibuk berpikir harus berakting bagaimana nanti saat bertemu Rana. Apa harus cemberut? Atau merajuk? Atau malah biasa saja? Atau bagaimana lah, biar Rana tak tahu siapa ia yang sebenarnya.

Dan Rana, ia sibuk mengeringkan rambutnya yang masih setengah basah. Bajunya sudah berganti dengan sesetel baju olah raga tanpa lengan warna biru langit yang sedikit kedodoran di tubuhnya.

” Ya Tuhan… Harus kutaruh di mana mukaku? Aish! ” keluhnya seraya memukul kepalanya dengan handuk. ” Semoga Saem tak marah. ”

Rana masih merutuki dirinya sendiri. Kecerobohannya membuat kejadian naas tadi menimpanya. Coba saja ia tak panik. Pasti ia tak akan terpeleset dan akhirnya ketahuan Hyukjae bahwa ia salah masuk kamar. Ia ingat jelas ekspresi Hyukjae tadi. Antara kaget, heran, dan tak mengerti. Bahkan sepertinya terlalu terkejut untuk merespon apa yang terjadi.

Dan sebuah bayangan laknat mampir di kepala Rana.

Air yang menetes dari ujung-ujung rambut Hyukjae, juga dari ujung dagunya, serta tubuh Hyukjae yang basah; entah mengapa, Rana merasa itu, seksi. Seksi sekali. Dan degup jantungnya menggila seketika.

” Rana bodoh! Bodoh! ” rutuknya. ” Dia itu setengah yeoja! Yeoja! Kau tak boleh begini, Rana-ya! Lama-lama kau bisa jadi lesbian! ”

Tapi bayangan itu berkelebat lagi. Mampir lagi. Lama sekali.

Membuat Rana berteriak frustasi.

” Aaaaargh! Berhenti berpikiran yadong, Kim Rana!! Kau ini calon biarawati!! ”

———————-

Hyukjae mengetuk pintu kamar yang Rana tempati. Ia sebenarnya tak ingin melakukannya, tapi mau bagaimana lagi? Gadis itu tak juga keluar sejak tiga jam yang lalu dan belum makan sama sekali.

Ish! Bikin Hyukjae jadi khawatir saja!

Dia menawari Rana menginap, otomatis bertanggung jawab atas keselamatan Rana, baik dari segi sekuriti keamanan maupun sandang papan pangan logistik. Apalagi Rana pengungsi muridnya.

” Miss Rana. Keluarlah. Makan malam dulu. Eonni sudah masak banyak, sia-sia kalau tak ada yang memakan. ” bujuknya.

Tak ada sahutan. Hyukjae mengetuk pintu lagi.

” Missie. Jangan lupa besok kau tidak libur. ”

Masih hening.

” Keluar sekarang atau detensimu akan kutambah! ” ancam Hyukjae.

Dan beberapa menit kemudian, pintu terbuka perlahan.

Kepala Rana menyembul dari balik pintu, memperlihatkan wajah Rana yang sedikit pucat.

” Saem… Kepalaku berat… ”

BUGH!!

Tubuhnya ambruk, dan Hyukjae panik seketika.

———————-

” Ugh.. Pria busuk! ”

Hyukjae menoleh. Gadis ini mengumpat?

Rana demam sejak semalam. Tubuhnya panas, dan ia terus-terusan mengigau. Gara-gara itu Hyukjae bahkan masih terjaga meski sekarang sudah hampir pukul sembilan pagi.

Buru-buru Hyukjae ke ruang keluarga. Diraihnya gagang telepon rumah portabel, dan menekan beberapa angka.

” Yeoboseyo. Ah Lee Hyukjae imnida. Ya. Saya tak bisa mengajar hari ini. Tolong tugaskan anak-anak agar berlatih saja seperti biasa. Oh ya, tadi ibu Kim Rana menelepon. Kim Rana tak bisa berangkat hari ini, ia sakit. Oke terima kasih. ”

Setelah menutup telepon, dia kembali ke kamar tamu. Menatap Rana datar, lalu menempelkan termometer ke lubang telinga Rana.

” 38 derajat. Masih demam. ” gumamnya.

Ia meraih handuk kecil di kening Rana, mencelupnya ke dalam baskom berisi air hangat, memerasnya, lalu menempelkannya lagi di tempat semula. Sementara Rana masih mengigau.

” Andwae! Andwae! Eomma tolong! Eomma! ”

Hyukjae mendekat. Menggenggam tangan Rana erat-erat. Gadis ini, ada apa dengannya?

” Tolong aku… Tolong… ”

Rana masih mengigau.

” Ada Saem, Miss Rana. Tenanglah. ”

” Aku. Benci. Laki-laki, Eomma… Benci… Benci… ”

Hyukjae termenung. Kenapa gadis ini membenci laki-laki? Apakah selama ini Rana selalu memandang laki-laki dengan jijik karena benci pada mereka?

Dan Rana tak menjauhinya karena ia ‘bukan laki-laki tapi juga bukan perempuan’ .

Mendadak dia jadi kehilangan mood.

Hyukjae merebahkan diri di sofa, beristirahat dan memejamkan mata sejenak. Dia betul-betul lelah, dan juga merasa sedikit ‘terhina’.

” Hyung… ” Kyuhyun memanggilnya lewat telepati.

” Hmm? ”

” Kau baik-baik saja? “

” Kau tahu aku lelah. Kenapa masih bertanya? ”

” Sudah kubilang, ‘kan? Telepon ibunya. Biar dia pulang. Tapi kau tak mau. Ck dasar. Kau jadi repot begini. ” omel Kyuhyun.

” Biar saja. Ibunya di Jeju. Kasihan. ”

” Kau terlalu baik, Hyung! Ck! “ Kyuhyun mendecak. ” Tidurlah. Kalau ada apa-apa nanti kubangunkan. “

” Hmm gomawo. ”

Hyukjae bangkit, dan pergi ke kamarnya sendiri untuk tidur.

—————–

Mid-day

” Lee Saem… Saem… ”

Rana mengetuk pintu kamar Hyukjae. Ia baru saja bangun satu jam yang lalu. Kepalanya sudah terasa ringan dan segar, dan ia terhenyak melihat baskom, handuk kecil, dan beberapa barang dapur ada di kamar yang ia tempati. Dia tahu Hyukjae lah yang merawatnya semalam.

” Saem.. ”

Pintu terbuka. Hyukjae keluar dengan setelan simpel, celana training berwarna navy dan sweater lengan panjang dengan warna senada.

” Warna favoritku… “ batin Rana spontan.

” Ada apa? ”

Rana terdiam sejenak. Dia hampir lupa dia mau apa. Hanya karena penampilan Hyukjae yang manly dia jadi kaget begitu.

Yah, ‘kan tak biasanya Rana melihat Hyukjae lepas wig dan menanggalkan kekenesannya?

Ah? Kenes? Berlebihan, ya?

Tapi, tak sepenuhnya salah juga.

” Mm.. Kamsahamnida, Saem… Maaf juga sudah merepotkanmu. ”

Hyukjae tertawa kecil.

Dan Rana berdebar aneh karenanya.

Kenapa senyum Hyukjae terlihat benar-benar mempesona?

” Aku kenapa? “

” Kau ini muridku. Tak usah sungkan. ” katanya. ” Oh ya, coba sini! ”

Hyukjae menarik pergelangan tangan Rana, lalu menempelkan punggung tangannya ke dahi Rana.

” Aakh!! ”

Rana memekik. Dia berjalan mundur dengan panik, hingga tak sadar tubuhnya menabrak dinding.

Ada sesuatu entah apa yang menyerang kepalanya. Membuat dunianya bagaikan ferris wheel yang diputar dengan kecepatan tiga kali lipat!

” Hei! Kau kenapa? Masih sakit ya? ”

Samar-samar ia mendengar suara Hyukjae.

” Missie! ”

Tidak! Jangan mendekat! Jangan!

Rana menggeleng-geleng heboh dan membuat Hyukjae makin kebingungan tak mengerti.

” Kenapa dia, Hyung? “

” Diam Kyu! Aku juga tak tahu! ”

Hyukjae mendekat, bermaksud membopong Rana ke kamar tamu. Sepertinya Rana belum benar-benar sembuh. Atau malah tambah parah?

Di mata Rana, Hyukjae terlihat seperti ayahnya.

Jangan kemari! Jauh jauh! Jauh jauh!

” Missie! ”

Rana mundur-mundur ketakutan. Tubuhnya bergetar hebat. Dia seolah melihat sesosok monster kanibal yang tak pernah puas dari laparnya.

” Tidak!! Tidak! Pergi! Kau bukan Appa! Kau bukan Appaku!! ”

Hyukjae frustasi.

” Aaaargh!! Ada apa dengan bocah ini?! ”

–TBC–

Advertisements

2 thoughts on “The Fake Part 2

  1. Seruuu.. aku gx sengaja nemu tulisan ini ,dan langsung baca part 2 pdahal part 1 aku belum baca 😀
    Bangapta author-nim .. izin baca ya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s