DRAMA Part 2

DRAMA Part 2
image

Cast:

– Kim Rana (OC)
– Lee Hyukjae
– Kim Kibum

Genre: Romance

Length: (?)

Rating: PG-15

Okeeee part 2 coming~~~

NO BASH NO PLAGIAT NO COPAS NO REBLOG W/O FULL CREDITS!!

_________

Lee Hyukjae. Senang bukan kepalang ia pagi ini. Sudah semalaman dia kangen pada gadisnya, Shin Hyewon. Sebelum tidur dia bikin janji dengan gadis itu, dan hasilnya sekarang mereka bisa kencan tanpa khawatir dan tanpa was-was.

Hyukjae masih tersenyum saat Hyewon menatapnya manja.

” Aku akan menikahimu, Sayang. Sebentar lagi. Tunggulah sebentar lagi. ” janjinya. Hyewon mengangguk antusias.

Namun, sebuah teriakan membuat Hyukjae panik luar biasa.

” Hei! Kim Rana! ”

Dilihatnya Kim Rana, istrinya yang tadi seingatnya ada di rumah, berlari keluar kafe, diikuti seorang pemuda dan seorang gadis entah siapa.

Kok, gadis itu ada di sini?

Wajahnya memucat. Dahinya juga mulai basah dibanjiri keringat dingin.

Apa aku ketahuan? Aku harus bagaimana?

Hyewon kembali menegakkan punggungnya. Bibirnya mengerucut. Ia benar-benar sebal. Gadis bernama Kim Rana itu selalu saja berhasil merusak moodnya. Baru setahun ini dia bisa bebas bersama Hyukjae, kenapa tiba-tiba gadis itu muncul lagi saat keduanya sedang berduaan? Apa gadis itu berniat merebut Hyukjaenya lagi seperti dulu waktu mereka masih kuliah?

” Oppa! ” rajuknya. Kerucut bibirnya masih belum hilang. ” Jangan berpaling dariku… Itu membuatku kehilangan mood. ”

” N.. Ne, Hyewon-ah.. Mian… ”

Hyukjae kembali menatap Hyewon mesra, dengan perasaan cemas dan takut masih menggelayuti hatinya.

Keduanya bermanja-manjaan lagi, tanpa menyadari apa yang terjadi di luar sana.

———————-

Suasana hiruk pikuk. Orang-orang yang lewat berhenti sejenak dan berbisik-bisik heboh. Sirine ambulans tak juga berhenti, membuat orang jadi bertanya-tanya. Polisi tak mau ketinggalan; mereka menanyai beberapa saksi mata. Ada juga wartawan yang dengan sigap meliput kejadian tersebut. Yang dengan segera muncul di layar televisi di seluruh negeri.

” Sebuah kecelakaan terjadi di kawasan Apgujeong antara sebuah mobil truk dan seorang penyeberang jalan. Kami menanyai beberapa saksi mata dalam kejadian ini.

” Saya sedang berjalan, lalu ada suara decitan yang sangat keras. Saya rasa saat itu truk sedang mengerem. Tapi tetap saja tabrakan itu terjadi. ” (Lee Kwangsoo, 32 tahun)

” Tadi pemuda itu berlari ke jalan. Dia tidak lihat-lihat dulu dan langsung menyeberang, lalu brush! Dia tertabrak. ” (Han Sunhwa, 23 tahun)

” Dia sepertinya sedang mengejar seseorang. Sebelum dia, ada gadis yang lari menyeberang juga. Nah dia menyeberang setelahnya. Tapi dia tertabrak. Mungkin dia sedang sial. ” (Sung Hajung, 19 tahun)

Menurut saksi mata, truk yang bernopol 98SE16 melaju dari arah timur dengan kecepatan sedang. Namun tiba-tiba ada seorang pemuda yang berlari menyeberang. Truk tersebut membunyikan klakson dan mengerem untuk menghindari tabrakan… “

” Oppa.. Oppa ireona… ”

Ambulans meluncur cepat menuju rumah sakit. Di dalamnya, Kim Saehee menangis sesenggukan. Kibum terbaring penuh darah, sementara Rana menatap Kibum dan Saehee bergantian. Ia benar-benar merasa bersalah. Sungguh. Ia bahkan berharap, sebuah black hole tak terlihat muncul dan menghisapnya, menelannya ke ketiadaan.

Ck. Dia terlalu sering membaca cerita fiksi ilmiah.

” Mianhe… ”

Saehee menoleh.

” Tidak. Ini bukan salahmu. Jangan minta maaf, Eonnie… ”

Rana makin merasa terpuruk. Perlahan, air matanya jatuh membasahi kedua pipinya.

Kenapa hal ini bisa terjadi padanya? Sampai mana Tuhan mau menguji batas kesabaran yang dia miliki?

Suami yang selingkuh. Dia bahkan tak tahu apa salahnya hingga suaminya berkhianat. Dan juga, gara-gara dia seseorang jadi terluka parah begini. Apa Tuhan berencana menjadikannya sebagai orang jahat? Dia tak tahu kenapa Tuhan jadi setega ini.

” Eonnie… Kau tak apa-apa? Kau menangis… Ada apa? ”

” Jangan cemaskan aku. Sudah. Perhatikan saja kakakmu. Aku ini tak penting… ” katanya. ” Akulah penyebab kakakmu tertimpa kemalangan ini. Harusnya kau marah-marah padaku. Bukan malah mencemaskanku… ”

Rana terdiam. Dirasakannya tangannya digenggam seseorang. Ia menengok ke bawah. Ada tangan Kibum di situ, menggenggam tangannya dengan erat.

Rana tak mengerti. Air matanya makin deras saja mengalir menganak sungai. Tubuhnya jadi serasa tak bertenaga. Kepalanya tertunduk lunglai. Menangis tersedu-sedu, membasahi tangan Kibum.

—————————–

Hyukjae pulang ke rumah agak awal. Cuma mau memastikan saja sebenarnya. Apakah tadi ia salah lihat atau tidak.

Setelah menekan kombinasi beberapa angka, pintu rumahnya terbuka. Gelap. Tak ada lampu yang menyala.

Dia berjalan masuk dan menekan saklar lampu di samping dalam pintunya.

Rumahnya bersih. Rapi. Seperti biasanya. Meja tamu, ruang tengah, dapur, semua rapi. Hanya saja, sang ratu di rumah ini tak ada.

Hyukjae berkeliling. Rumahnya didominasi warna biru. Warna kesukaan istrinya. Biru navy, juga biru langit yang cerah. Rana memang maniak warna biru.

” Jadi, tadi itu betul-betul dia? “

Hyukjae panik. Tangannya gemetaran. Habislah sudah. Pasti Rana tahu kalau dia selingkuh. Aduh!

Tangannya masih gemetaran saat merogoh saku jasnya, mencari ponsel yang tadi seingatnya ia masukkan ke situ. Lalu setelah ketemu, ia mencari-cari nomor ponsel Rana, dan menekan ikon bergambar gagang telepon–meneleponnya.

——————————–

Drrr!! Drrrrr!!!

Rana terbangun. Dia meraih ponselnya yang tergeletak di nakas.

Uri Yeobo calling…

” Apa lagi ini? ” katanya malas. ” Yeoboseyo? ”

” Neo eodiga? “

” Kenapa kau bertanya? ”

” Rumah kosong. Ada di mana kau? Pergi dari jam berapa? “

” Apa hubungannya denganmu? Aku yang pergi, kenapa kau yang repot? ”

” Hei… Kau ini kenapa? Ak… “

TUT TUT TUT

Rana menutup telponnya. Dia menunduk. Dadanya terasa sesak. Ia masih ingat, Hyukjae yang dulu suka mendekatinya saat mereka masih SMA. Pendekatan yang lucu. Mengintip Rana dari luar kelas saat pelajaran berlangsung, dan diam-diam melempar senyum mumpung guru sedang tak melihat. Atau mondar mandir melewati lorong samping kelas Rana tanpa tujuan yang jelas. Pernah juga, menatap Rana di kantin sambil pura-pura ngobrol dengan teman hingga tak sadar bel masuk sudah berbunyi.

Rana masih ingat itu semua. Dan saat usia pernikahan mereka yang hampir menginjak tahun ketiga, kenapa Hyukjae malah menyodori Rana dengan pengkhianatan?

” Ricchie-ya? Ada apa? ” suara berat menginterupsi lamunan Rana. Suara Kim Kibum.

Rana menggigit bibir bawahnya. Wajah dan matanya merah. Ia menunduk lagi, kemudian menatap Kibum yang terbaring di ranjang rumah sakit.

” Maaf… Maaf, Kim Kibum… ” ujarnya. Masih berusaha menutupi kesedihannya.

Kibum hanya tersenyum.

” Bukan itu yang mau kudengar. ”

Rana menatap Kibum lagi. Diperban lengan dan kakinya. Kata dokter ada sedikit retak di tulang keringnya, jadi untuk sementara Kibum belum boleh banyak beraktifitas. Masih untung kepalanya tak terbentur apa-apa.

” Ricchie-ya… Ceritalah padaku.. ” kata Kibum lagi.

Rana menangis. Kibum bahkan memanggil Rana dengan nama itu. Nama panggilan dari Kibum, dan–kata Kibum–hanya Kibum yang boleh memanggilnya begitu.

” Kiki… ”

Rana jadi ingat, dia juga menciptakan nama panggilan khusus untuk Kibum, ‘ Kiki ‘ .

” Kau ingat juga… ”

Rana tertawa tanpa suara di sela-sela isakannya.

” Kau lihat tadi? Di kafe? ” tanyanya. ” Lee Hyukjae Oppa… Senior kita… Dia dan aku… Kami menikah sekitar tiga tahun lalu. Tapi, sudah lebih dari setengah tahun ini dia mulai aneh, tak seperti biasanya. ”

Kibum diam menyimak. Air mata gadis itu bercucuran.

” Kau lihat sendiri, Kiki-ah… Dan ya… Entahlah. Semuanya tak semanis dulu. Aku tak bisa lagi bertahan. Aku sudah tak sanggup… ”

Rana terisak.

Ruangan VVIP yang Kibum tempati terasa hening. Hanya sedu sedan Rana saja yang terdengar memenuhi kamar.

Kibum mengusap puncak kepala Rana perlahan. Ia bisa merasakan kepedihan gadis itu. Apa lagi yang lebih menyakitkan dibanding perasaan dikhianati oleh orang yang kita percaya?

” Tak apa, menangislah. Itu akan mengurangi beban di hatimu. ”

—————————-

Rana pulang ke rumah malam sekali. Sekitar pukul sepuluh dia baru keluar dari ruangan Kibum, dan sampai di basement seperempat jam kemudian. Dia tak mau pulang sebenarnya, tapi Kibum terus memaksanya.

” Jangan khawatir. Saehee juga sudah di sini. Hyukjae pasti mencarimu. ”

Rana menggeleng kuat. Kibum mengacak rambutnya, berusaha meredam amarah Rana pada Hyukjae.

” Pulanglah. Kau ‘kan bisa ke sini lagi besok. ”

” Benar, Eonnie. Kau perlu istirahat. ”

Dan akhirnya Rana menurut.

Di jalan, Rana mengendarai mobilnya dengan kecepatan rendah. Ia tak ingin cepat-cepat sampai. Memikirkannya saja sudah bikin perut mual. Terbayang Hyukjae sedang menunggunya di ruang tengah. Terbayang juga Hyukjae dan gadis simpanannya di kafe tadi pagi.

” Argh!! ”

Emosi Rana memuncak.

Satu jam kemudian ia sampai di rumah. Benar saja. Hyukjae sudah duduk di sofa dengan kaki disilangkan dengan tangan di depan dada.

” Dari mana saja kau? Jam segini baru pulang. ” Hyukjae bertanya dingin.

Rana tak menjawab. Dia terus berjalan masuk. Sambil menggigit bibir bawahnya ia mencoba menahan emosi.

Hyukjae mengikuti langkahnya. Dan menahan lengan Rana agar tak menghindar.

” Hei… ”

Rana menghentakkan tangan Hyukjae dengan kasar. Dia benar-benar marah dan sakit hati. Saking marahnya, dia sampai tak bisa berkata-kata.

” Aku mau pulang ke rumah Ibu! ”

–TBC–

Advertisements

2 thoughts on “DRAMA Part 2

  1. takut ketahuan tapi sok”an selingkuh
    maunya apa sich hyukjae
    kalo udah gk mencintai rana ya bercerai aja
    kasian rana kan biarkan dia mencari kebahagiaannya sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s