DIFFERENCE #5

Part kemarin cepet ya update nya… Ide lagi nongol sih tumben-tumbenan xixixi.. 

Bentar lagi SuJu comeback yaa, duuuuhhhh seneng bangetttt 😆

Oh ya, udah liat KoKoBop? 

Sumpah deh Baekhyun seksi banget pake model rambut kek gitu 😍😍😍

Oke, mari ga usah banyak cingcong… As usual, 

NO COPAS, NO PLAGIAT, NO HARSH WORDS, NO REBLOG/REPOST W/O FULL CREDITS 
—————————————————————–

Hari yang damai. Atau setidaknya itu yang Han Aquila rasakan. Hanya sesekali Hyukjae berceloteh, bercerita tentang lelucon garing yang sudah sering ia dengar. Yah, dia tetap tertawa demi kesopanan. 

Kim Kibum. Laki-laki dengan kacamata bertengger di tulang hidungnya itu benar-benar abstain hari ini. Biasanya pemuda itu suka merecokinya. Yah, tidak sepenuhnya merecoki juga. Hanya melontarkan sepatah dua patah kata yang membuatnya memutar bola mata jengah. Seperti, ” Bisa kudengarkan itu sekarang, Kilaa-ssi?” atau kalau tidak ” Bukankah ini sudah saatnya kau beribadah?” 

Oh come on, tanpa Kibum beritahu pun Kilaa juga sudah tahu kapan jadwalnya sholat. Untuk apa laki-laki itu repot-repot melakukannya? Toh tak ada gunanya karena Kilaa selalu ingat. 

Dan dengan abstainnya Kibum hari ini, Kilaa jadi merasa harinya terlalu tenang. Hanya ada sedikit keributan gara-gara Hyukjae, tentu saja. Tapi entah kenapa, ini terasa berbeda. Ini agak, kosong. Ya, kosong. Atau entahlah. 

Dia memandang keluar jendela. Ranting-ranting tanpa daun bergoyang dibelai angin musim dingin yang beku, yang menelusup dari celah kecil jendela yang terbuka. 

Tubuhnya bergetar. Dia kedinginan. Diusapnya pipinya yang dingin. 
Aneh. Biasanya dia tidak sampai sebegininya. Seingatnya juga suhu hari ini tidak serendah kemarin. Harusnya hari ini lebih hangat, bukan? Tapi kenapa dia lebih menggigil dibanding kemarin?

Apa karena ketiadaan Kim Kibum hari ini? 


Gadis dengan hijab pastel rose itu menggeleng kuat-kuat, lalu menepuk kedua pipinya. Berusaha menyadarkan diri sendiri. 

Apa yang barusan kupikirkan? Pemikiran sesat, pemikiran sesat. Sadar, Kilaa! 


Tak terasa, pelajaran berakhir juga. Meski sesungguhnya bagi Kilaa hari berjalan lambat–teramat lambat malah. Gadis itu sendiri juga tak mengerti; kerasukan apa ia hari ini hingga jadi sedikit linglung. 

Apa aku lupa belum menyisihkan uang saku untuk sedekah? dia membatin. Tapi seingatnya, jatah sedekah untuk pekan ini sudah dia masukkan ke kotak khusus. Berarti bukan, bukan karena itu. 

Gadis itu mengenakan coatnya, tak lupa kembali melilitkan syal yang tadi sempat dia lepas, juga melapisi tangannya dengan sarung tangan pastel rose berbahan wol miliknya. 

Aku juga tidak kelupaan membaca Dalail Khairat semalam. 


Lantas kenapa aku aneh hari ini? Seperti bukan diriku. 


” Annyeong! Ketua Kim? Lho? ”

Sesosok pemuda berwajah tampan–agak mirip anak kecil sebenarnya kalau Kilaa bilang–dengan tubuh super tinggi melongokkan kepalanya ke kelas 1-3. Matanya menjelajahi isi kelas, namun tak juga dia temukan yang dia cari. 

Kilaa tak terlalu ambil pusing. Anak kelas lain yang datang mencaru seseorang bermarga Kim, dan jelas itu bukan dirinya. Gadis itu menyampirkan sling bag nya asal-asalan, lalu bangkit berdiri. 

” Ahgasshi, tunggu! ”

Kilaa menoleh–mau tak mau. Tinggal dia satu-satunya siswi di kelas itu yang belum keluar. 

” Ya? ”

” Kau pasti Han Aquila, anggota baru klub kami. Benar, ‘kan? ”

Siapa laki-laki ini? Sok akrab sekali. 


Kilaa mengernyit. 
” Nuguseyo? ”

Pemuda itu tertawa. 

” Aku? ” tanyanya seraya menunjuk dirinya sendiri. ” Aku Park Chanyeol, kelas 1-7. Keyboardist  band milik Kim Kibum. Wait! Tunggu aku selesai bicara. ”

Dia mengangkat tangannya, mencegah Kilaa yang sudah membuka mulutnya. 

” Siapa yang tak tahu kau, Nona? Kepindahanmu kemari sudah cukup membuatmu dikenal banyak murid di sini. Ditambah lagi penampilanmu yang jauh berbeda dengan murid lainnya. Oh! Jangan salah paham! Aku tak bermaksud menyinggungmu. ”

Chanyeol tersenyum tulus, sungguh-sungguh ingin berteman baik dengan gadis berpenampilan tertutup di hadapannya ini. 

” Oh ya, mana Ketua? ”

 Kilaa mengalihkan pandangannya, lalu menjawab dengan nada sendu tanpa ia sadari, ” Dia abstain hari ini. ”

” Oh? Tumben? Biasanya dia selalu berangkat. ” celetuk pemuda itu. ” Apa dia sakit? Hmm… Sebaiknya aku tanyakan langsung saja.  ”

Pemuda berambut ungu itu mengetikkan sesuatu di ponselnya–Kilaa tebak dia sedang mengirim pesan ke Kibum. 
Kemudian setelah dua menit dia bilang, ” Ayo ke ruang latihan, kukenalkan ke anggota lainnya. ”



Kilaa sudah di ruang latihan–semacam studio kecil di ruangan kedap suara–bersama empat orang anggota klub lainnya. Chanyeol si keyboardist, Rana si bassist (anggota perempuan lain selain Kilaa), Yixing, pemuda berdarah Cina yang kebagian jadi drummer, serta Henry, yang piawai bermain biola. 

Kilaa masih kebingungan mendengarkan ocehan Park Chanyeol tentang band mereka, tentang awal mula band ini terbentuk. Namun ada hal yang sedari tadi mengganggu pikirannya: band ini tak punya gitaris. 

“… Jadi, band ini sudah terbentuk sejak lama. Kebetulan kami satu SMP, dan sama-sama melanjutkan kemari. ”

” Wait, ” potong Kilaa. ” Kalian, tak ada gitaris? Kau bilang band ini sudah terbentuk sejak kalian SMP. Setiap band pasti punya gitaris ‘kan? ”

Yixing menghela napasnya, seperti hendak menjawab namun terlihat ragu. 

” Ceritanya panjang. ” ujarnya akhirnya. ” Maka dari itu kami antusias saat Ketua bilang dia sudah dapat gitaris untuk klub ini. Tapi tentu saja, kami perlu menguji kemampuanmu dulu. ”

” Kau tak keberatan ‘kan, mmm… Sebaiknya bagaimana kami memanggilmu? ” kali ini Henry yang nyeletuk. 

Kilaa tersenyum.” Biasanya orang memanggilku Kilaa. Dan ya, aku tak keberatan. ”

Obrolan dilanjutkan sambil melihat kemampuan Kilaa bermain gitar dan bernyanyi, yang ternyata melebihi ekspektasi mereka. 

” Wow sempurna! Kenapa Ketua tak bilang pada kita kalau dia sebagus ini? ” Henry berseru takjub ke arah Chanyeol. Yang ditanyai hanya tersenyum–nyengir lebih tepatnya. 

” Mungkin dia ingin memonopolinya. ” ujarnya. Cengirannya lebih lebar, matanya berkilat jenaka. 

” Jangan bercanda, Yeol. Dia bahkan belum pernah lihat aku main gitar atau pun menyanyi. ” tukasnya. 

” Nah, kalau begitu kenapa dia memasukkanmu ke klub? ” Rana bertanya padanya dengan heran. 

Kilaa meringis. Dia bercerita singkat, bahwa Kibum menawari masuk ke klub karena ayah gadis itu bercerita kalau putrinya bisa menyanyi dan bermain gitar. 

” Dia kenal ayahmu?! ”

Gadis itu tertawa. Kenapa mereka bersorak bersamaan begitu? 





Keadaan kamar gelap gulita, sunyi seperti tak ada penghuni. Satu-satunya suara yang terdengar hanyalah dengkuran halus. 

Pemuda berwajah kelewat tampan itu tertidur selang setengah jam dari ia meminum obatnya. Tubuhnya dibungkus selimut hitam. Titik-titik keringat muncul di seputaran dahinya, pertanda bahwa demamnya mulai turun. 

Tak lama kemudian pemuda itu terbangun. Badannya masih lemas, namun rasanya lebih segar daripada tadi. 

” Berapa jam aku tertidur? ” katanya pada diri sendiri. Dia melirik jam digital di nakas, ternyata sudah malam. Sudah hampir pukul sepuluh. 

Lama juga. Jadi, empat jam? Lima? 




Kibum meraih ponselnya, mengaktifkannya lalu mengecek beberapa akun sosmednya. 

LINE! 

37 notification 


” Siapa lagi ini? Banyak sekali pesan masuk. ”

ChanY_Park (5): BAGAIMANA KAU BISA KENAL DENGAN APPA NYA KILAA? KAU… DI LUAR DUGAANKU!!  


ChanY_Park: by the way, gadis itu keren sekali! Kemampuannya bagus, suaranya juga indah. 😍😍


ChanY_Park: boleh untukku? 😁😁


ChanY_Park: aku bercanda, Ketua. Jangan marah ya ✌✌


ChanY_Park: dia milikmu seorang, tenang saja. Tak akan kurebut. Kalau butuh bantuan mendapatkannya, bilang saja pasti kubantu 😉😉


” Dasar gila. ” dia menggumam, lalu menscroll layar ponselnya, memeriksa pesan-pesan lain. 

Rana-Kim (2)

L_Henry (1)

1-3 Squad (9)

Han_QLa (5)

YixingLay (3) 

Unlimited (17)



Paling banyak dari grup kelasnya dan grup klubnya. Pasti isinya cuma lelucon-lelucon atau spam dari Hyukjae. Rana, Henry, mereka menanyakan keadaannya. Klub? Mungkin membahas lagu yang akan dipakai saat latihan besok. 

Tunggu. Apakah ini LINE milik Kilaa?   

Kibum mengabaikan pesan lain, lalu membuka pesan yang menarik perhatiannya. 

Han_QLa menambahkan anda dengan nomor telepon. 


Han_QLa: Kim Kibum-ssi, kau baik-baik saja? 


Han_QLa: Yeol bilang kau sakit. 


“Yeol? YEOL? ” erangnya. Mudah sekali pemuda jangkung itu akrab dengan gadisnya! Bahkan dia dipanggil Yeol! 

Han_QLa: aku sudah kenalan dengan anak-anak klub. Mereka seru. Apakah besok sudah mulai latihan? 


Han_Qla: maaf mengganggu istirahatmu. Kurasa aku terlalu antusias. Semoga cepat sembuh, Kim Kibum-ssi. 



Kibum berdebar-debar. Lagi-lagi. Terlalu senang hingga wajahnya memerah. Demamnya padahal sudah turun, dan gara-gara ini suhu tubuhnya naik lagi. 

Ya Tuhan, apa yang sudah dia lakukan padaku hingga aku jadi gila begini? 




Dia menutup wajahnya dengan bantal karena merasa wajahnya hampir terbakar karena terlalu senang. 

Gila gila gila! Mau mati rasanya! Aaaaargh! Jantungku seperti mau meledak! 


Dia menyentuh dadanya sendiri, mengambil napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya dengan super pelan. Berusaha menenangkan jantungnya yang berdentum-dentum mirip orang habis lomba marathon. 

Dengan tangan setengah bergetar,  dia membalas pesan dari Kilaa. 

mubik.mik: Hai, Kilaa-ssi. Oh, kau sudah kenalan dengan anak-anak? Baguslah. Maaf kalau mereka terlalu berisik ya? 


Apalagi ya?  


mubik.mik: aku tak tahu apakah besok sudah bisa berangkat sekolah atau belum, jadi aku juga tak tahu apakah besok kita bisa latihan. 


mubik.mik: well, aku hanya sedikit demam, jadi jangan khawatir. . . Tapi terima kasih sudah menanyakan kabarku. . 



Kibum tersenyum, menunggu pesan balasan dengan antusias. Namun dia juga tak ingin buang-buang waktu, jadi dia membuka pesan-pesan lain yang masuk ke ponselnya. 

Rana-Kim: kau sakit? 


Rana-Kim: efek jatuh cinta, eh? 😁😁✌


Dia memutar bola matanya jengah. 

L_Henry: cepatlah sembuh, Ketua. Kalau tidak nanti kau tak bisa berangkat sekolah, dan kalau tak berangkat sekolah, bagaimana kau mau menemui Nona Han yang cantik dan berbakat itu? Xixixi



Henry tak ada bedanya dengan Rana. Mungkin mereka jodoh? 

Dia melewatkan pesan di grup kelas dan grup klubnya, isinya pasti tak jauh-jauh dari abstainnya hari ini. 

Okay, dan kini pesan dari Yixing. 

YixingLay: kau sakit, Kibummie? Segeralah sembuh. 


YixingLay: kami tadi banyak ngobrol dengan Miss Han. Sudah kami uji juga. Kurasa dia lebih dari lolos uji untuk jadi gitaris kita. Bagus juga kalau dia jadi vokalis tambahan, suaranya indah. 


YixingLay: by the way, dia cantik 


Yixing…. 

Pemuda itu tak pernah memuji satu orang gadis pun sebelumnya. 

Mendadak Kibum mati rasa. 

Dia tertarik pada Kilaa? 

TBC 



Okayyy, aku ga mau melulu nyeritain penjelasan Kilaa ke temen-temennya soal Islam, it would be so boring i thought… Aku pengen ceritanya ngalir, jd dibacanya juga enak, enggak melulu tegang, enggak melulu serius… Ada saat untuk serius dan ada juga waktu di mana ceritanya mungkin agak cheesy… Sorry kalo nanti kalian pengen muntah-muntah ya 😁😁✌✌


Well, thank you before, jangan lupa pencet bintang, komen juga kalo engga capek ngetik ya hehehe~ 


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s