DIFFERENCE #12

Hai ayem bek egennn ;* 

Gue harap kalian ga bosen baca ini yah… Gue sadar gue ga pinter bikin konflik :’)  Jadi maaf banget kalo entar konfliknya kurang greget.. Tp gue usahain kok ttep, biar seru hehe




~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Cuaca masih dingin, salju turun tiap malam, dan dua hari lagi Han Aquila sudah boleh pulang dari rumah sakit. Gadis itu sudah jauh lebih baik dibandingkan seminggu yang lalu. Luka-lukanya mulai menutup, lebamnya juga mulai hilang. Jahitan di sudut bibirnya sudah dilepas sore tadi. Tinggal menunggu kakinya saja; mungkin sebulan lagi baru benar-benar pulih. 

Kibum selalu menyempatkan diri untuk menjenguk tiap pulang sekolah, ingin tahu bagaimana perkembangan gadis itu. Sekalian menginterogasi, siapa yang membuat Kilaa sampai begini. Dan gadis itu tak pernah mau menjawab. 

Nah, yang menjengkelkan, kenapa tiap Kibum datang di sana selalu ada Yixing? 

Sore ini juga begitu. Kibum cuma bisa  menahan kesal melihat betapa akrabnya Yixing dengan Kilaa dan keluarganya. Dia duduk di sudut ruangan, diam, tak ingin emosinya naik. Sementara Yixing dengan santainya mengobrol, sesekali menggoda Kilaa dengan gombalan-gombalannya yang terdengar menyebalkan di telinga Kibum. Kilaa sendiri tampak tak terganggu dengan itu, yang mana itu membuat Kibum makin jengkel. 

” Kilaa-ssi, besok anak-anak kelas berencana menjengukmu. Kau tak keberatan, ‘kan? ” katanya sambil bangkit berdiri. 

Kilaa–yang sekarang memakai baju rumah sakit lengan panjang dengan hijab kuning pastel besar–mengangguk, memberikan senyum simpul. Masih memandang ke arah lain. 

‘ Seperti biasa. ‘ batin Kibum, agak kecewa. 

” Boleh. Akan seru kalau mereka ke sini. ” jawab gadis itu. 

” Jangan lupa, lima hari lagi kita ada latihan, Lay, kau juga, Kilaa-ssi. Lombanya sebulan lagi. ”

” Wow, time flies, eh? ” celetuknya, tanpa sadar memandang Kibum tepat di retinanya. Kibum terhenyak. Jantungnya jumpalitan tak karuan, campuran antara senang dan gugup. 

Kilaa tersadar lantas memalingkan wajahnya ke samping. 
Jangan, Aquila! Hold a grip on yourself! 


Diambilnya gelas air putih di nakas samping, lalu dia minum airnya perlahan. Maksudnya agar hatinya segera tenang kembali. 

” Oke, tak masalah. Key bisa latihan sambil duduk. ” Yixing menjawab. Dia sedikit–tidak, sebenarnya dia amat sangat–terganggu dengan tingkah Kibum dan Kilaa barusan. ” Lagipula lusa kau sudah bisa pulang ‘kan, Sayang? ”

APA?! 


Gadis itu tersedak. Dia batuk-batuk, air yang dia minum naik ke hidungnya, dan itu sakit sekali hingga ke kepala. 

Kibum mengulurkan selembar sapu tangan yang langsung dia ambil untuk mengelap hidung dan mulutnya yang belepotan air. Yixing mengelus punggungnya, bermaksud meredakan batuk-batuknya. Gadis itu mengangkat lengan, menghentikan pergerakan Yixing. 

Seperti semacam isyarat, ‘ Berhenti! Jangan sentuh! Jangan sentuh!’ yang syukurnya cepat pemuda jangkung itu pahami.

” Bercandamu keterlaluan, Lay. ” 

” Apa? Aku punya hak untuk itu, kok. ” 

Sontak Kibum dan Kilaa terbelalak memandang Yixing. 

Hak? 

” Apa… Yi, apa yang kau maksud? ”

” Itu rahasia antara aku dan Mr Han, Cantik. ”

Tangan Kilaa mengepal. Ingin rasanya dia mengemplang kepala Yixing, namun dia ingat dia tak mungkin melakukannya. 

” Ya Allah… Pulang sana, kalian! ”

Yixing tertawa saja, sementara Kibum hanya bisa tersenyum masam. 

” Tak usah kau usir juga aku memang mau pamit. ” seloroh pemuda itu, menyembunyikan perih yang dia rasakan. ” Sampai jumpa di sekolah, guys. Dan Kilaa-ssi, kau punya hutang padaku. ”

Kibum pergi, membawa sederet kecewa dan cemburu memenuhi hatinya.

.

.

.

Hari sudah sangat gelap. Salju sudah berhenti turun sejak satu jam yang lalu. Mrs Han membaringkan tubuhnya di ranjang untuk penunggu pasien, sementara Yixing duduk di sofa sambil membaca novel terjemahan karya Agatha Christie, ‘Mawar Tak Berduri’. 

” Yixing, kau tidak pulang? Ini sudah larut, by the way, sudah hampir pukul sebelas. ” tanya Kilaa. Dia ingin istirahat, jadi sedikit tak nyaman dengan keberadaan pemuda manis itu. Kalau ada dia ‘kan Kilaa tak  bisa melepas hijabnya, sementara ketika tidur ia gampang sekali kegerahan. Sudah kebiasaannya tidur tanpa hijab menutupi kepalanya. 

” Tidurlah, Aquila. Aku menginap malam ini. ” sahut Yixing, terdengar acuh tak acuh. Dia bahkan tak melepaskan atensinya dari novel yang sedang dia selami. ” Aku sudah beri kabar orang tuaku. Lagipula, Abeoji dan Eomoni tak keberatan. ”

” Mami, kenapa dia dibolehkan tidur di sini? ” protesnya tak terima. 

Mrs Han cuma bilang, ” Tanya Papimu, ya, Papimu yang bikin semua keputusan aneh ini. Mami hanya menurut. ”

” Lalu kapan Papi pulang ke sini? Mami bilang cuma ambil berkas ‘kan? Kenapa lama sekali di Jogja? ” sungutnya. ” Banyak yang ingin kutanyakan, tapi Papi tak juga pulang ke mari. ”

” Besok beliau sampai Seoul, Cintaku. Jadi bersabarlah sedikit. ”

Gadis itu tampak kehilangan kata-kata. Dia tak habis pikir, kenapa laki-laki sialan ini selalu saja menggombal padahal dia tahu Kilaa tak terlalu suka. Belum lagi kejadian sebelum dia lari dari festival. Dia sudah memaafkan pemuda berlesung pipit itu, tapi tentu saja, dia tidak lupa. Dia selalu ingat, dan bahkan hatinya masih terasa sakit. 

” Terserah katamu lah, Yi. ”

Kilaa berbaring memunggungi Yixing, lantas tidur. 

👌👌👌

Senin pagi. Udara lumayan hangat dibanding kemarin. Namun bagi Kilaa yang tak betah kedinginan, tujuh derajat celcius tak terbilang hangat. Tubuhnya terbalut pakaian serba panjang seperti biasanya, dengan sweater wol lavender serta coat panjang warna hitam. Di lehernya terlilit syal abu-abu tebal, sementara mittens dan kupluknya berwarna putih. 

Kilaa menuruni tangga rumahnya susah payah, memar dan kulitnya yang sobek belum sembuh. Memang, kakinya lah yang paling parah luka-lukanya. Kulit mengelupas besar-besar dan dalam, belum memar-memar kebiruan di antara luka basah di kakinya. Kilaa bersyukur, setidaknya kakinya tidak patah. 

” Sini Papi bantu. ” 
Ayahnya menaiki tangga lantas memapahnya. 

” ‘Makasih, Pi. ” katanya. ” Papi, boleh Kilaa tanya sesuatu? ”

Ayah-anak itu sampai di lantai bawah. Kilaa meraih kruknya, kemudian dia dan ayahnya duduk di ruang makan, siap menyantap sarapan. 

” Tanya apa? ”

” Tentang Yixing, Pi. ”

Mr Han tidak menanggapi, sibuk mengambil nasi dan lauk pauk, yang ternyata untuk putrinya itu. Sementara Mrs Han mengambil menu yang sama untuk suaminya. 

” Sudah sejak lama, Pi, dia penasaran. ” sahut ibunya. ” Dia tanya-tanya melulu lho. Mungkin dia memang ingin Yixing kita ambil menantu? ”

Wanita berumur empat puluh tahun itu tertawa, sedang Kilaa sendiri merengut kesal. 

” Ih Mami! Bukan itu maksud Kilaa! ”

” Oh, lalu? ”

Ketiganya mulai makan setelah sejenak berdoa. 

” Papi ‘kan tahu aturan agama kita bagaimana. Papi juga tahu bagaimana Kilaa membatasi diri, bahkan tadinya Papi yang menerapkan segala macam aturan tentang bagaimana Kilaa harus berteman. Tapi kok, Papi longgar banget dengan Yixing? 

” Apa alasan Papi? Maksudnya, oke, Kilaa paham masalah tingkat kriminalitas yang tinggi di sini. Dan Kilaa perempuan, Kilaa tahu. Tapi Yixing bukan keluarga kita, Pi. Dia bukan mahram Kilaa. Kenapa harus dia yang Papi percaya buat jaga Kilaa, buat menemani Kilaa ke mana pun Kilaa pergi? ”

Han Haekyung tampak tak terlalu berminat dengan topik ini. Melanjutkan mengunyah makanannya hingga tinggal sepertiga porsi. Kilaa jadi kesal sekali. Dia bahkan sudah lupa dengan sarapannya yang baru dia makan tiga suap. 

” Papi jawab Kilaa dong! ”
Mr Han menatap istrinya sesaat, namun tak ada tanda-tanda pria itu mau menjawab. 

” Pi! Kilaa- ”

” Dia mahrammu, Nak. ”
Kilaa terbelalak. 

AP-APA?! AKU TAK SALAH DENGAR, ‘KAN?! 



TBC


Yak oke, chapt ini pendek dulu… Sekarang biar gue bertapa lagi mikirin chapt berikutnya… 


Bhay 😘😘

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s