The Beginning #2

Tamaki berubah seram. Dia menatap Haruhi dengan aura gelap menyelimuti. 

” Bayar dengan tubuhmu, Fujioka! ”

Kyouya nyengir senang. Ini menarik (meski sebenarnya dia marah juga), dan dia bisa memanfaatkan bocah itu sesuka dia. 

Host Club mempekerjakan Haruhi tanpa dibayar untuk melunasi hutangnya (gara-gara vas delapan juta itu). Kyouya tak terlalu peduli, yang penting dia dapat banyak untung. 

Kadang Haruhi disuruh membuatkan minuman untuk para tamu, membawakan kue, belanja, juga beres-beres. Jadi gadis ith selalu pulang terakhir karena harus membersihkan ruangan terlebih dulu. Kyouya perhatikan hasil kerjanya lumayan. Dia bersih dan teliti. 
Dan yang Kyouya senangi adalah, gadis itu irit. 

Beberapa kali Haruhi belanja untuk keperluan klub. Salah satu daftar belanjaannya adalah kopi. Siapa mengira dia akan beli kopi instan yang harganya super murah? 

Tamaki kegirangan, begitu juga si kembar dan dua senior Honey-Mori. Oh, tentu saja Kyouya juga penasaran. Inikah kopi yang terkenal di kalangan rakyat jelata? Bagaimana bisa ada kopi semurah itu? 

” Sudahlah! Kubelikan kopi yang benar! ” kata gadis itu emosi.  ” Sori deh kalau itu bukan kopi mahal yang biasa kalian pakai! ”

Mereka masih heboh, bahkan menyuruh semua tamu yang datang hari itu untuk mencicipi kopi rakyat jelata bikinan Haruhi. Sementara Kyouya tak banyak komentar, hanya diam-diam tertawa di pojok ruangan. 

Menurutnya Haruhi itu menarik. Misalnya, dia sama sekali tak terpesona pada Tamaki yang disukai hampir semua gadis di Ouran. Tamaki mempesona lah, tampan lah, romantis lah. Tidak, Haruhi tidak tertarik, malah risih tak suka. Gadis (yang masih dikira laki-laki oleh Tamaki) itu bahkan pernah bilang kalau Tamaki menyebalkan dan mengganggu. 
Haruhi juga jujur, dan selalu berbicara apa adanya. Dia tak pandang bulu. Biasanya, orang bicara yang baik-baik tentang lawan bicaranya. Terutama di kalangan siswa-siswa Ouran. Saling jilat dengan berbagai pujian adalah hal yang biasa. 

Setelah beberapa hari dia bekerja untuk klub itu, Tamaki memutuskan Haruhi jadi anggota klub juga, sebagai host, bukan sebagai tukang beres-beres. 

Awalnya gara-gara si kembar Hitachiin menjelaskan tentang selera perempuan yang suka melihat interaksi romantis antara dua laki-laki kembar, seolah tak terpisahkan, atau bahkan lebih dari itu.

” Tapi itu tak berguna untukmu. Bahkan di tahap awal saja kau tak lolos untuk jadi host. ” ujar mereka berbarengan. Haruhi tampak kesal, buat apa mereka menjelaskan sebegitu panjang kalau ujung-ujungnya bilang begitu? 

Tamaki menghela napas, ” Yah, sekali lagi ini masalah visual. ” katanya.  ” Dilepas kacamatanya pun mungkin malah membuat mata jadi terlihat lebih kecil, ‘kan? ”

Pemuda itu melepas kacamata Haruhi, mengabaikan ucapan Haruhi soal itu kacamata kakeknya yang dia pakai karena kontak lensanya hilang. 

Mendadak, dia menjentikkan jari. Memberi sederet perintah pada Kyouya tentang seragam, pada Mori untuk mencarikan kontak lensa, dan si kembar untuk memperbaiki tatanan rambut Haruhi. 

Dan sejak itulah Haruhi jadi host di Ouran High School Host Club. 

Liburan baru mulai, tapi ini sudah bikin Haruhi kesal setengah mati. Gadis itu protes pada Kyouya, kenapa liburan begini mereka tetap harus bekerja? 

Senpai, kukira kita  liburan! Kukira cuma anggota klub saja! ”

Kyouya terkekeh di seberang sana (kekehannya terdengar jahat di telinga Haruhi, omong-omong),  ” Akan lebih baik kalau kita liburan tapi dapat banyak keuntungan juga, bukan? Acara ini menyenangkan pelanggan kita; semacam ada penyegaran dengan kegiatan klub outdoor seperti ini. ” 

Kyouya hanya dengar gumaman-gumaman tak jelas dari ponselnya, dia tebak pasti Haruhi sedang menyumpahinya atau semacam itu. 
Membuat gadis itu jengkel adalah salah satu hobi baru Kyouya akhir-akhir ini. Makanya, tiap si kembar ataupun Tamaki ada rencana yang dia rasa akan membuat Haruhi marah, dia setuju-setuju saja. 

” Oke, Haruhi. Sudah ‘kan? Kututup telfonnya ya. ”

Beberapa meter di depannya, terlihat Tamaki dan Hikaru-Kaoru berdebat sengit tentang siapa yang lebih disenangi Haruhi. Kyouya mendekat, mencium ada sesuatu yang menarik yang akan terjadi.  

” Ayo kita lomba! Siapa yang paling dulu tahu apa yang ditakuti Haruhi, dia yang menang! ”

Kyouya tak bereaksi, toh dia sudah tahu kalau Haruhi takut petir. Tapi bukankah ini menarik? 

Melihat Hikaru dan Kaoru yang tak biasanya mau tahu tentang orang lain sebegitu penasarannya dengan gadis itu, juga melihat Tamaki yang makin hari makin bodoh saja tingkahnya hanya karena Haruhi. Setidaknya itu lumayan mengurangi rasa bosannya (meski sejak ada Haruhi dia sudah jarang merasa bosan, tentu). 

Pemuda itu bahkan menganggap Haruhi adalah putrinya, si kembar adalah kakak-kakak Haruhi (yang suka memberi pengaruh buruk, dia bilang), juga menganggap Kyouya adalah ibu Haruhi. Benar-benar bodoh kelewatan. 

Jadi, Kyouya mengeluarkan beberapa lembar foto Haruhi saat SMP yang didapatnya dari Ranka-san, ayah gadis itu.

Dia memprovokasi, ”  Pemenangnya akan dapat foto-foto eksklusif Haruhi. ” 

Beberapa jam berlalu dengan anggota klub yang makin absurd saja menakut-nakuti gadis itu. Mereka coba berbagai cara, mulai dari hewan-hewan melata, benda tajam, ketinggian, juga hal-hal horor. Namun gadis itu tak terlihat takut, malah tenang-tenang saja. 

Kyouya tak terlalu peduli, dia menonton kesemrawutan anggota klubnya dengan santai. Dan merasa terhibur, jelas sekali itu. 

Dia mengamati dari bawah tebing karang berbentuk kucing sementara Haruhi, si kembar, dan beberapa pelanggan mereka naik. 

Dia masih duduk santai di pasir pantai saat ada pelanggan melapor ke Tamaki bahwa Haruhi ada ribut dengan beberapa pemuda yang datang entah dari mana. Matanya langsung tertuju ke tebing, sementara Tamaki langsung menyusul naik. 

Kyouya beranjak, dia merasa sesuatu yang buruk akan terjadi. Dan benar, pemuda-pemuda tak jelas itu mendorong Haruhi jatuh ke laut!

Matanya melebar. Dadanya berdenyut sakit. Dia berlari ke arah di mana gadis itu jatuh. 

Haruhi tak bisa berenang! 



Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s