KEI & BRAZE – – Chapter 9

Matahari menggantung di sisi barat. MAN 5 Yogyakarta sudah sepi, hampir semua penghuni sekolah sudah pulang. Tinggal beberapa anggota OSIS, beberapa mahasiswa PPL, dan penjaga sekolah.

” Martha, aku nginep aja ya di rumahmu? Plis? ”

” Nggak, Kei. Mamih pasti nyariin kamu ntar.”

” Tapi… ”

Kei tak ingin pulang sekarang. Atau setidaknya sampai besok atau lusa. Dia tak mau bertemu Haikal.

” Kei, pulang deh. Kasian loh, dia nyempat-nyempatin dateng padahal dia sibuk banget. Jauh lagi, rumahnya. ”

Kei menghela napas pasrah. Mau tak mau dia harus pulang. Dia tak setega itu membiarkan Haikal menunggu. Apalagi pria itu jauh-jauh datang dari kabupaten sebelah.

Gadis itu mengenakan jas almamater khusus OSIS miliknya yang berwarna turquoise. Tasnya yang berat penuh buku disampirkannya ke bahu. Dia merogoh kantong roknya, mencari-cari kunci motor di sana.

” Ketemu!”

Dia berjalan ke parkiran di belakang ruang OSIS.

” ASTAGHFIRULLAH!”

Seseorang memeluknya erat, ” Kei, kangen~”

” Mas Haikal! Lepas! Belum muhrim! ”

Sosok yang dia panggil Haikal itu menjauhkan dirinya. Menggaruk tengkuknya yang tak gatal, memasang senyum bersalah di bibir.

” Sori, lupa. ”

Pria itu mengenakan setelan kerja PNS berwarna biru gelap. Tinggi menjulang, dengan potongan tubuh yang sempurna dan wajah yang mempesona. Matanya besar, dia terlihat keren dan menggemaskan di saat yang bersamaan. Tak kalah menawan dari Syarif.

” Ayo, bareng aku aja. Mobilku di halaman.” ajak pria itu.

” Mas, aku bawa motor. Kalau bareng kamu motornya gimana dong? ”

” Mm, gimana ya? Oh, masih ada Martha kan? Suruh bawa pulang dia dulu aja. Terus kamu pulangnya sama aku. Oke? ” dia mengerling genit, dengan senyuman paling manis yang dia punya.

Kei tertawa geli. Pria ini. Kebiasaan anehnya itu–kata Kei–masih saja belum berubah (yang menurut dia hal itu charming tingkat nasional).

” Kamu bakalan maksa sampe aku mau kalau nggak diiyain.” sahutnya seraya berjalan kembali ke ruang OSIS.

Tak sampai lima menit, gadis itu sudah kembali. Keduanya pun berjalan ke halaman sekolah di mana mobil Haikal berada.

.

.

.

Sementara itu, Braze yang sedang menyusuri koridor di depan studio musik terpaku di tempat.

Gadisnya, calon istrinya, calon ibu dari anak-anaknya, naik mobil berdua dengan pria muda yang–sebenarnya dia benci mengakui ini–lebih tampan darinya.

Atmosfer di sekitar mereka terlihat berbunga-bunga dan segar di mata Braze, yang mana itu benar-benar membuatnya kesal. Dia ingin sekali menyeret pria itu menjauh dari gadisnya. Tapi dia juga sadar, dia bukan siapa-siapa bagi Kei. Bukan kakaknya, bukan ayahnya, bukan pula suaminya (meski dia berharap dia akan jadi suami gadis itu beberapa tahun mendatang).

Braze meremas ujung jas hijaunya kuat-kuat.

Siapa laki-laki itu?”

Ingin rasanya Braze menginterogasi Kei. Kepalanya sudah mau pecah dipenuhi pertanyaan. Siapa laki-laki tadi? Siapa Haikal? Dan juga, siapa dirinya di mata gadis itu? Itu yang terpenting, bukan?

Jangan-jangan statusnya tak lebih dari seseorang-yang-sudah-dianggap-sebagai-kakak-sendiri? Kalau iya, betapa kejamnya gadis itu padanya.

Pemuda itu bersembunyi di balik pilar, tak ingin keberadaannya diketahui Kei. Dia pun tak paham kenapa dia melakukan itu meski tak ada kesalahan yang dia buat.

Setelah beberapa menit menunggu, mobil semi sedan keluaran baru berwarna hitam itu perlahan meninggalkan sekolah. Bersama Braze yang masih terdiam dengan sorot mata terluka.

.

.

.

Kei menatap ponselnya. Aneh. Biasanya Braze mengiriminya pesan. Ada apa dengan pemuda itu?

” Kei, nonton yuk? Udah lama kita nggak nonton berdua.”
Ucapan Haikal menghentikan lamunannya.

” Makan aja terus pulang, besok ‘kan Mas kerja.”

” Beneran nggak mau nonton? ”

Kei menggeleng.

Malam itu berlalu begitu saja tanpa ada komunikasi antara dia dan Braze.

Dia tak tahu kenapa. Yang dia tahu, dadanya perih, macam luka menganga yang ditaburi garam.

Luar biasa sakit.

TBC

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s