Before Dark #2

image

Cast: -Lee Hyukjae-Eunhyuk SJ as King
-Hwang Rise as Queen Hwang (OC)
-Kim Kibum SJ as Kim Kibum
-Max Changmin DBSK as Changmin

Author: Rana Kim | ranakim9387

Genre: Romance, saeguk

Length: Oneshot

Rating: PG-15

Yg masih penasaran, boleh tengok prequel dr ff Dark ini ya…

———————————————

Senja yang jingga menghiasi langit Joseon dengan indah. Sama seperti biasa. Sesekali terdengar cuitan burung-burung bulbul, juga desau angin yang lembut, menambah suasana damai sore itu.

Raja sedang jalan-jalan di Taman Bunga Kerajaan, menikmati cuaca yang nyaman dan tenang. Meski sebenarnya terdapat banyak ironi. Tidak untuk Sang Raja, tapi untuk rakyat.

Apakah langit dan udara ingin mengejek mereka? Menyajikan tontonan seindah ini di tengah kemelut yang terjadi?

” Cheona. ”

Changmin datang menghadap.

” Katakan. ”

” Gadis itu bernama Hwang Rise, Cheona. Salah satu penyanyi terbaik Joseon, dan tergabung dalam tim Senandung Para Naga milik Kim Kibum. Usianya baru 21 tahun. ”

Raja mengangguk-angguk senang.

” Bagus. Segera suruh arsitek merancang istana untuk Hwang Rise, buat seindah mungkin, seaman mungkin dengan bahan terbaik. Bilang juga agar pembangunannya harus cepat. ” titahnya.

” Cheona… Tapi gadis itu… ”

” Apalagi?! ”

” Dia… Dia sudah, bersuami, Cheona… Dia sudah menikah dua tahun yang lalu. ”

Raja terbelalak.

Suami? Dia tak terlihat seperti sudah menikah!

Dia milikku. Aku tak peduli dia sudah bersuami atau belum, dia harus jadi milikku! Harus!

Rencana jahat berkelebat dalam benak Raja. Bukan hanya jahat, tapi juga keji.

” Tetap laksanakan perintahku tadi. Dan panggil Cho Khuhyun sekarang juga! ”

Changmin membungkuk, kemudian meninggalkan ruangan secepat kilat.

Raja menyeringai.

” Hwang Rise… Hwang Rise… Kau hanya boleh jadi milikku. Hwang Rise, Ratuku. ”

—————————————-

Dua bulan berlalu setelah terakhir kali Kim Kibum dan Senandung Para Naga menggelar pertunjukan di istana. Dan sebulan terakhir ini mereka sedang ambil cuti. Pertunjukan di segala tempat dengan jadwal sepadat sarang lebah tentu membuat jiwa dan raga lelah luar biasa. Maka, bersuka citalah para pemusik saat mereka bisa ambil libur.

Bukan cuma para pemusik yang senang. Rise dan Kibum juga. Rise lega akhirnya mereka bisa istirahat, mengembalikan pita suaranya menjadi setelan standar.

” Ricchie-ya, kau baik-baik saja? Kau sedikit pucat. ”

” Aku agak mual, tapi selebihnya aku baik-baik saja. ”

Rise tersenyum, dan menggenggam tangan Kibum, berusaha menenangkan lelaki yang sudah dua tahun ini jadi suaminya.

Keduanya memandang sungai kecil di belakang rumah tanpa kata. Hanya terdengar hembusan angin yang menggoyangkan dahan pohon dan rerumputan, menimbulkan suara gemerisik pelan. Juga gemericik air menelusup memasuki rongga telinga mereka, membuat hati jadi damai dan nyaman.

Namun…

Bukanlah damai yang dirasakan Hwang Rise.

Entah kenapa, dia merasakan cemas yang berlebihan. Dia sama sekali tak bisa tenang. Ada firasat buruk yang menyerang hatinya bertubi-tubi.

Rise menoleh. Memandang Kibum, berusaha mendapatkan kedamaian, seperti biasa kalau ia tak tenang. Biasanya, metode ini berhasil.

Tapi kali ini tidak.

Rise tak tahu ada apa dengan dirinya, dia benar-benar sedih melihat pria tercintanya. Dia bahkan tak mengerti. Kibum terlihat tenang, dan tampan seperti biasanya. Harusnya Rise juga tenang, bukan? Kenapa ini kebalikannya?

Tanpa sadar, dia terisak.

” Ada apa? Kau sakit? Mana yang sakit? Katakan padaku! ”

Seketika Kibum panik. Memang benar dugaannya. Beberapa hari ini istrinya itu memang pucat dan kelihatan tak sehat.

Rise tak menjawab, malah makin menjadi. Kibum kebingungan. Dia tak tahu lagi harus bagaimana menenangkan istrinya.

Seorang budak mendekat, memberi tahu bahwa ada utusan dari istana ingin bertemu Kim Kibum.

” Baiklah. Dia bisa ke sini. ”

Budak itu berlalu, dan kembali beberapa menit kemudian diikuti oleh seorang pria berpakaian bangsawan.
Pria itu membungkuk.

” Jenderal Cho. ”

Cho Kyuhyun tersenyum.

.

.

.

” Cheona ingin mendengarkan permainan musikmu, Tuan Kim. ”

Kibum menoleh dengan heran. Dahinya berkerut.

” Tapi kami baru saja mendapat libur. Masih ada sisa setengah bulan untuk pertunjukan berikutnya di istana. ” tukasnya. ” Apa Cheona sendiri yang memberimu perintah? Jangan-jangan ini cuma ulah Seja yang suka iseng akhir-akhir ini. ”

Cho Kyuhyun mengeluarkan gulungan berlapis sutera berwarna merah, lalu menyerahkannya pada Kim Kibum.
Tertulis di situ perintah dari Raja untuk menggelar pertunjukan musik, bahkan ada stempel resmi kerajaan.

Resmi, ya. Sedikit aneh, biasanya Raja tak pernah memotong hari liburku.

Sebentar.

Pertunjukannya…

” Jenderal. Kurasa ada sedikit kesalahan di sini. ”

” Hmm? ”

” Pertunjukan diadakan… di sini? Di rumahku? Raja ingin menontonnya di sini? DI SINI? ”

” Yah, mana kutahu. Aku cuma disuruh menyampaikan perintah ini padamu. Kalau memang tertulis seperti itu, berarti memang begitu perintahnya. ”

Kibum geleng-geleng kepala.

” Apa tadi Cheona salah minum teh herbal? ”

Kyuhyun mengemplang kepala Kibum.” Kau ini bicara apa? Hati-hati dengan mulutmu! ”

” Bukan begitu. Hanya saja beliau jadi aneh. ” katanya.” Yah ini bukan pertama kali Cheona aneh-aneh, tapi ini terlalu sulit kupahami. Tak biasanya ‘kan Cheona mau keluar istana hanya untuk melihat pertunjukan musik atau yang lainnya. ”

Kyuhyun mengangkat bahunya.” Terserah, aku tak terlalu peduli soal itu. Yang jelas, ikuti saja perintah Cheona kalau kau tak ingin dihukum mati. ”

—————————–

Hari demi hari berlalu. Paviliun milik musisi Kim terlihat sibuk. Asrama para pemusik nampak ramai. Orang-orang berbakat di dalam naungan Senandung Para Naga itu membersihkan alat-alat musik mereka. Sementara para budak sibuk mempersiapkan tempat (bersih-bersih dan rapi-rapi). Para juru masak keluarga Kim berkutat di dapur, memasak berbagai macam makanan.

Esok hari Raja akan datang menonton pertunjukan Senandung Para Naga di kediaman keluarga Kim. Dan bukanlah watak Kim Kibum untuk tidak menjamu siapa pun yang bertamu ke rumahnya. Terlepas dari buruknya Lee Hyukjae memerintah, statusnya sebagai tamu tidak bisa dipungkiri.

Rise duduk-duduk bersama Kibum di salah satu panggung terbuka di sisi lain kediaman mereka. Gadia cantik itu mendapatkan sesi latihan khusus. Tidak, bukan karena kemampuannya menurun selama libur beberapa pekan ini. Kibum hanya terlalu khawatir, sebab sudah beberapa hari istrinya itu nampak tak sehat.

Dia kehilangan selera makan, terutama makanan-makanan manis. Daya tahan tubuhnya juga melemah; dia mudah sakit kepala. Dan yang membuat Kibum jadi secemas ini, istrinya itu kukuh menolak diperiksa tabib.

” Oke, mari mulai lagi.” katanya.

Sang istri mengambil napas lalu mulai melantunkan nada. Suaranya tinggi, indah meliuk, namun sedikit lemah, tak seperti biasa.

” Bangunlah, naga yang tertidur.

Buka matamu, tunjukkan taring-taringmu.

Rentangkan kuku-cakarmu.

Sudah saatnya kau bangkit dan melihat sekeliling.

Sudah waktunya kau berhenti bermain-main di sungai yang dangkal

–urggg! ”

Rise memegangi perutnya, dia mual. Sebentar kemudian dia berlari ke gentong air terdekat.

” Sayang! ”

Kibum mengikuti dengan panik. Risenya muntah-muntah hebat.

” Tabib Heo! Panggilkan Tabib Heo sekarang juga! ”

.

.

.

” Nyonya baik-baik saja Tuan. Dia hanya agak kelelahan. Hamil muda memang kadang efeknya seperti itu. Badan tidak segar, perut mual dan muntah, dan lain-lain.”

Musisi muda itu tertegun.

” Hamil? Ricchie-ku hamil? Sungguh? ”

Matanya berkaca-kaca. Hatinya penuh kebahagiaan. Dia menatap Rise dan Tabib Heo bergantian, masih agak tak percaya.

” Ini bukan mimpi ‘kan? ”

” Selamat, Tuan Kim, Anda akan segera menjadi seorang ayah.” sahut tabib berusia lanjut itu. Dia lantas pamit, “Saya permisi dulu, Tuan.”

Kibum kembali memandang Rise yang masih tergolek lemah di ranjang mereka. Dia mendekat, lalu memeluk istri tercintanya itu.

” Aku akan segera jadi seorang ayah, aku akan jadi ayah, Ricchie-ya… ”

Rasanya sulit dipercaya. Dan kebahagiaan ini membawa semangat baru bagi Kibum dan juga Rise. Mereka tak menyadari bahwa ada bahaya besar menanti dalam beberapa jam ke depan.

Sementara di istana, Raja menatap danau dengan pandangan menerawang.

” Sudah siap semua, Kyuhyun, Changmin?”

“Tinggal eksekusi, Cheona.”

” Kerja bagus!”

Sedikit lagi kau adan dapat gelar baru: Ratu Hwang. Tunggu sedikit lagi, Riseku.

-TBC-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s