REGRET #8

Pertengahan 2009 – 2

Hari makin siang. Cuaca makin panas. Begitu pun Kei, tanpa ia sadari suhu tubuhnya makin panas saja. Kepalanya masih pening, tapi ia masih harus menemui Riri dan Waka Kesiswaan untuk minta tanda tangan. Habis itu menemui Kepala TU untuk mencairkan dana yang akan dipakai untuk class meeting.

” Ini hari yang sibuk.” pikirnya.

Pelajaran Bahasa Arab berakhir, saatnya ganti ke pelajaran selanjutnya. Kei membuka tasnya dan mengeluarkan proposal, lantas keluar kelas setelah Braze. Dia berjalan di koridor ke arah barat, menuju kelas Riri, kelas XI IPA 1.

Semua masih baik-baik saja bahkan setelah ia berhasil mencairkan dana di ruang TU dan memberikannya ke bendahara OSIS. Sehabis itu pusingnya makin menjadi. Dia merasa harus istirahat di ruang kesehatan.

Kei minta izin ke guru Biologi untuk tidak mengikuti pelajaran. Dia pergi ke UKS yang letaknya di sebelah dalam di belakang ruang piket.

Ada Braze dan Aulia di situ. Dia tak terlalu acuh, menuliskan namanya sendiri di buku pengunjung UKS.

” Dek, mau minum obat dulu nggak? Mukamu merah banget loh.” tanya Aulia. Mahasiswi cantik itu tampak iba melihatnya. Namun sebelum sempat menjawab, Kei ambruk.

” Kei! ”

Braze menepuk-nepuk pipi Kei.

” Panas banget badannya!” dia membatin panik. ” Gawat! Kok malah tak pegang sih? Aduh! Eh tapi ini darurat. “

” Ul, suwunke wedang putih nang kantin Ul!” suruhnya. ” Bocah iki tak junjunge nang kasur UKS! Eh pracetamol ana ora nang rak? Nek ora tumbaske sisan. “

Aulia agak tak rela disuruh Braze, dia benci disuruh-suruh macam babu, tapi dia sadar dia juga tak mungkin kuat memindahkan Kei ke kasur UKS. Dan lagi dia harus cepat. Bisa panjang urusannya kalau gadis remaja itu tambah tinggi panasnya.

Dia pun berlari ke kantin utara dekat parkiran motor. Meminta segelas air putih hangat.

Braze kebingungan, dia harus bagaimana agar gadis yang tak sadarkan diri di depannya ini berkurang panasnya. Dia sudah melepas sepatu putih yang biasa gadis itu pakai, dan tahu sebaiknya dia melonggarkan jilbab dan baju seragam Kei, tapi dia ‘kan laki-laki. Mana bisa dia lakukan itu.

Selang sepuluh menit kemudian Aulia datang membawa segelas air putih.

Nuwun ya Ul.”

Braze mengambil parasetamol cair dari lemari obat di pojok ruangan, dan berhubung Kei belum sadar, dia lantas meminumkannya secara paksa.

” Oke, harusnya habis ini dia udah nggak papa.” Braze membetulkan kacamatanya seraya berjalan kembali ke ruangan depan. Diikuti Aulia di belakangnya.

” Braze, sampeyan kok perhatian bener sama ini bocah? Sampeyan naksir ta?”

Aulia duduk di bangku yang berbeda, sedikit berjarak dari Braze. Dia benar-benar penasaran.

” Naksir apa? Nggak lah.” pemuda itu mengelak, dia tak suka pembahasan ini. Seolah dia sedang dikuliti; pertanyaan-pertanyaan yang terlalu pribadi bukan sesuatu yang bisa ditanyakan seenaknya saja, menurutnya.

Kemudian Braze mengeluarkan laptop, mulai menuliskan poin-poin yang dia dapat sejak hari pertama. Dia tak mau menundanya, takut ada yang terlewat.

” Mamih… ”

Terdengar suara lirih dari ruangan belakang. Braze menoleh, hampir saja beranjak kalau saja Aulia tidak mencegahnya.

Ben aku ae ya, Braze, sampeyan kan cowok. Nggak baik ‘kan, kalau kamu yang ngerawat sementara aku yang cewek malah nggak ngapa-ngapain. ”

Benar juga. Lagipula bukan muhrim.

Bener Ul, nggak apik. Oh ya, itu jilbab dibuka aja, sama kancing baju yang atas sama kancing lengannya. Biar panasnya cepat keluar. ”

Aulia tertawa, temannya ini, baru berapa hari kenal sudah begitu perhatian.

” Iya, iya, aku ngerti.” sahutnya. ” Nggak mau ngaku toh Sampeyan ki, padahal keliatan banget Sampeyan ki tertarik sama anak ini. ”

” Udahlah buruan, sana sana! ”

Namun dalam hati dia membeo, ” Aku tertarik?”

TBC

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s