NO REGRET #16

” Mas Haikal…” Braze membeku. Apa? Calon suami? Apa yang pria tinggi ini bicarakan? Oh, mungkin dia cuma salah dengar. Tidak mungkin Kei sudah punya calon suami; usianya bahkan belum ada delapan belas tahun! ” Aku tanya sekali lagi, kamu siapa? ” Haikal terdengar marah. ” Mas udah, udah, ini di klinik…” Braze berdiri. Dia…

NO REGRET — SIDE STORY

Pertengahan 2009 Pagi yang hening. Orang-orang masih tidur, tentu saja, ini baru jam empat pagi. Ayam pun masih malas berkokok. Tapi tidak bagi Braze. Dia sudah bangun, siap solat subuh. Sejenak dia tatap setelan kemeja-celana bahan-jas almamater hijau yang tergantung di kamarnya. Salah. Kamarnya dan teman-temannya. Yap. Dia super siap, dan tak sabar. Bocah-bocah macam…

NO REGRET #11

Pertengahan 2009 – 5 Jadwal piket sudah dibagi, dan Kei dijadwalkan piket di lobi hari Selasa dan Sabtu. Dia satu grup dengan Martha (seperti biasanya), juga dengan Braze dan Syarif. Tadinya dia mau dijadwalkan hari Senin, tapi dia menolak mentah-mentah. Hari Senin jadwalnya upacara dan apel pagi, dan melihat track record nya, akan mustahil baginya…

Next Life #1

” Cheona…” Tempat tidur berkeresak. Ruangan lebih gelap dibanding tadi, tentu saja, lilin-lilin sudah dipadamkan sebelumnya. Deru napas gelisah terdengar memburu. Sutera putih basah oleh peluh yang mengucur deras, begitu pula anak-anak rambut di sekeliling dahi. ” Orabeoni, lewat sini. Ayo! ” Kikik tawa. Seorang gadis bangsawan. Dia tahu, pakaiannya terbuat dari sutera berkualitas. Oh,…

NO REGRET #10

Pertengahan 2009 – 4 Rabu malam. Kei baru saja habis mandi, dan sedang duduk di depan komputernya. Dia hendak membenahi cerpen buatannya yang sedang memasuki part akhir. Sembari menunggu komputer booting, gadis itu meraih novel super tebal bersampul merah-hitam. Di sampulnya tertulis judul novelnya, ‘Nagasasra dan Sabuk Inten II’ karya SH Mintardja. Dia benar-benar penasaran…

NO REGRET #9

Pertengahan 2009 – 3 Putih. Suara deru motor dan orang-orang bercakap-cakap heboh. Juga tubuh yang penuh keringat. Kei duduk perlahan. Dia masih lemas, tapi tubuhnya sudah sedikit lebih segar daripada tadi. Pusingnya sudah hilang dan mampet di hidungnya berkurang banyak. Kemudian dia menyadari bahwa tiga kancing atas bajunya terbuka, jilbabnya juga tak menutupi kepalanya. Malah…

NO REGRET #8

Pertengahan 2009 – 2 Hari makin siang. Cuaca makin panas. Begitu pun Kei, tanpa ia sadari suhu tubuhnya makin panas saja. Kepalanya masih pening, tapi ia masih harus menemui Riri dan Waka Kesiswaan untuk minta tanda tangan. Habis itu menemui Kepala TU untuk mencairkan dana yang akan dipakai untuk class meeting. ” Ini hari yang…

NO REGRET #3

First Meet 2 Pertemuan dengan para mahasiswa PPL bisa dikatakan lancar. Mereka orang-orang yang cukup asyik menurut Kei. Termasuk Braze yang tadinya dia kira kaku. Sudah hampir dzuhur saat Kei, anggota OSIS, juga PPL menyusuri koridor di depan studio musik. Sembari berjalan, mereka bercakap-cakap ringan. ” Oh ya, gimana kalau bertukar nomor hape? Biar lebih…

NO REGRET #2

Pertengahan 2009 First Meet Hari sudah agak siang ketika Braze dan teman-temannya keluar dari ruang guru untuk menyapa para guru di sekolah itu. Di sampingnya ada Pak Purwono, guru mata pelajaran geografi sekaligus guru pembimbing kesiswaan. Usianya bisa dibilang masih muda, baru sekitar tiga puluh lima tahun. Perawakannya sedang, sedikit berisi, dengan kulit sawo matang…

NO REGRET #1

2022 Kota Yogyakarta sudah sibuk pagi-pagi begini, tak terlalu jauh beda dengan Jakarta tahun 2016 an. Jalan di mana-mana macet. Yogyakarta penuh dan penat. Padahal liburan baru saja usai. Seharusnya kota kecil itu lumayan longgar ditinggal penduduk asli yang kembali ke perantauan. Tapi tidak–para pendatang yang masuk ada banyak. Ada yang datang karena sekolah (Yogyakarta…