KEI & BRAZE –Chapter 10

Sudah berhari-hari Braze menjauh dari Kei. Dia tak lagi sering mengirim pesan, tak lagi menyapa ramah, sering menghindar kalau kebetulan mereka melewati jalan yang sama. Kei sungguh bingung. Kenapa pemuda itu? Apa kesalahan yang sudah dia buat? Sebegitu parahkah kesalahannya hingga Braze menjauhinya? Hari ini hari ketujuh Braze bersikap begitu. Kei jadi frustasi. Dia mengerang…

KEI & BRAZE – – Chapter 9

Matahari menggantung di sisi barat. MAN 5 Yogyakarta sudah sepi, hampir semua penghuni sekolah sudah pulang. Tinggal beberapa anggota OSIS, beberapa mahasiswa PPL, dan penjaga sekolah. ” Martha, aku nginep aja ya di rumahmu? Plis? ” ” Nggak, Kei. Mamih pasti nyariin kamu ntar.” ” Tapi… ” Kei tak ingin pulang sekarang. Atau setidaknya sampai…

KEI & BRAZE – – Chapter 8

Selasa pagi, Kei sudah stand by di sekolah sekitar pukul enam. Dia memang agak kepagian berangkat, bangunnya lebih pagi dari biasanya. Dan seperti yang sudah dia duga, belum ada satu pun siswa (maupun guru) yang sampai di sekolah. Gadis itu berjalan ke kelasnya, mengambil sapu dan mulai membersihkan kelas. Kebetulan hari Selasa juga jadwal piketnya…

KEI & BRAZE – – Chapter 7

Jadwal piket sudah dibagi, dan Kei dijadwalkan piket di lobi hari Selasa dan Sabtu. Dia satu grup dengan Martha (seperti biasanya), juga dengan Braze dan Syarif. Tadinya dia mau dijadwalkan hari Senin, tapi dia menolak mentah-mentah.  Hari Senin jadwalnya upacara dan apel pagi, dan melihat track record nya, akan mustahil baginya untuk piket di hari itu. Dia…

KEI & BRAZE – – Chapter 6

Rabu malam. Kei baru saja habis mandi, dan sedang duduk di depan komputernya. Dia hendak membenahi cerpen buatannya yang sedang memasuki part akhir.  Sembari menunggu komputer booting, gadis itu meraih novel super tebal bersampul merah-hitam. Di sampulnya tertulis judul novelnya,  ‘Nagasasra dan Sabuk Inten II’ karya SH Mintardja. Dia benar-benar penasaran dengan kelanjutan ceritanya, dan…

KEI & BRAZE – – Chapter 5

Putih. Suara deru motor dan orang-orang bercakap-cakap heboh. Juga tubuh yang penuh keringat. Kei duduk perlahan. Dia masih lemas, tapi tubuhnya sudah sedikit lebih segar daripada tadi. Pusingnya sudah hilang dan mampet di hidungnya berkurang banyak. Kemudian dia menyadari bahwa tiga kancing atas bajunya terbuka, jilbabnya juga tak menutupi kepalanya. Malah terlipat rapi di samping…

KEI & BRAZE – – Chapter 4

Hari makin siang. Cuaca makin panas. Begitu pun Kei, tanpa ia sadari suhu tubuhnya makin panas saja. Kepalanya masih pening, tapi ia masih harus menemui Riri dan Waka Kesiswaan untuk minta tanda tangan. Habis itu menemui Kepala TU untuk mencairkan dana yang akan dipakai untuk class meeting. ” Ini hari yang sibuk.” pikirnya. Pelajaran Bahasa…

KEI & BRAZE — Chapter 2

Pertemuan dengan para mahasiswa PPL bisa dikatakan lancar. Mereka orang-orang yang cukup asyik menurut Kei. Termasuk Braze yang tadinya dia kira kaku. Sudah hampir dzuhur saat Kei, anggota OSIS, juga PPL menyusuri koridor di depan studio musik. Sembari berjalan, mereka bercakap-cakap ringan. ” Oh ya, gimana kalau bertukar nomor hape? Biar lebih mudah komunikasi.”  usul…

KEI & BRAZE – – Chapter 1

Hari sudah agak siang ketika Braze dan teman-temannya keluar dari ruang guru untuk menyapa para guru di sekolah itu.  Di sampingnya ada Pak Purwono, guru mata pelajaran geografi sekaligus guru pembimbing kesiswaan. Usianya bisa dibilang masih muda, baru sekitar tiga puluh lima tahun. Perawakannya sedang, sedikit berisi, dengan kulit sawo matang dan sedikit jenggot di…

My (Step) Mother Alternative End Part 9

Sudah pukul sepuluh malam saat Kibum tiba di rumah. Hyukjae menunggunya di ruang keluarga, berdiri dengan tangan terlipat di dada dan raut wajah yang tak bisa Kibum artikan. ” Aku pulang. ” Hyukjae tak menjawab. Sibuk menahan amarah yang hampir meledak. Masih terbayang di kepalanya bagaimana Kibum dan Myunghee bercumbu begitu mesra. Bagaimana gadis cantik…

KEI & BRAZE–Prolog

Pertengahan 2009 Pagi yang hening. Orang-orang masih tidur, tentu saja, ini baru jam empat pagi. Ayam pun masih malas berkokok. Tapi tidak bagi Braze. Dia sudah bangun, siap solat subuh. Sejenak dia tatap setelan kemeja-celana bahan-jas almamater hijau yang tergantung di kamarnya. Salah. Kamarnya dan teman-temannya. Yap. Dia super siap, dan tak sabar. Bocah-bocah macam…